Hanura

Ramadhan Bulan Kebersamaan

Sulthan Fathoni  JUM'AT, 25 MEI 2018 , 13:48:00 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

Ramadhan Bulan Kebersamaan

Sulton Fatoni/Dok

RAMADHAN dan kerumunan manusia selalu beriringan. Masjid di kantorku selalu ramai di bulan Ramadhan karena ada aktivitas kerumunan masyarakat muslim.

Jika keramaian di bulan-bulan sebelumnya terlihat saat salat fardhu, di bulan Ramadhan bertambah di waktu-waktu lainnya.

Begitu juga keramaian tampak di sebuah restoran seberang kantor. Jika sebelumnya didominasi oleh satu dua orang yang datang silih berganti, di bulan Ramadhan ini sering dikunjungi oleh sekumpulan orang. Waktu berkunjung pun tampak satu, yaitu saat berbuka puasa.

Suasana Ramadhan telah mengajarkan bahwa berkumpul, berkerumun, seyogyanya tidak sebatas bergerombol. Orang-orang yang hanya sekedar berkumpul, tanpa nilai dan norma, tanpa kepemimpinan dan motif, maka perkumpulan itu tidak menghasilkan apa-apa.
Ia tampak banyak namun bagai buih yang lenyap begitu saja. Bukankah kita ingin menjadi manusia yang bermartabat dan meninggalkan jejak baik untuk kemanusiaan?

Islam mengajarkan agar tak sekedar berkumpul, namun berjamaah. Di dalam berjamaah terdapat unsur keteraturan, kepemimpinan, kesepakatan dan motif baik.

Salat misalnya, ajarannya berjamaah di samping dilakukan secara individual. Di dalam salat berjamaah terdapat unsur keteraturan, kepemimpinan, ketertundukan dan kebersamaan yang solid. Jika ingin menggambarkan wujud berjamaah di tengah masyarakat, contohnya adalah ritme salat berjamaah.

Rasulullah beberapa kali mendorong masyarakat muslim agar berjamaah, baik saat beribadah maupun bermasyarakat. Salat, haji, zakat, puasa, sarat dengan kebersamaan yang tertata baik.

Ibadah haji, unsur berjamaah kuat sekali. Meskipun di dalam ibadah haji tidak ada formalitas imam dan makmum namun ia diikat kesatuan waktu dan tempat. Tak jauh berbeda dengan zakat, ia diikat kesatuan waktu dan sasaran.

Ramadhan telah mendorong masyarakat muslim untuk meningkatkan intensitas berkumpul. Kecenderungan bersikap individualis tampak terkikis.

Suasana Ramadhan ini mengingatkan orang terhadap tulisan Samuel P. Huntington dan John L. Esposito, dua pemikir Amerika Serikat yang menganalisa bahwa berbagai petunjuk dari pengaruh kebangkitan Islam itu diantaranya kondisi masyarakat muslim yang lebih perhatian terhadap ajaran agama, publikasi keagamaan, penerapan nilai keislamana seperti berbusana muslim, revitalisasi sufisme, penegasan kembali ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan: organisasi, hukum, perbankan, pelayanan sosial, lembaga pendidikan yang islami dan lainnya (Huntington, 1996).

Kolektivitas manusia itu keniscayaan hidup. Manusia tidak mungkin mengabaikan hidup bersama sementara ia makhluk sosial.

Seorang periwayat hadits, Imam an-Nasa’i (830-915M) mencatat bahwa Rasulullah memberikan batas baik dan buruk bagi kelompok yang menjaga kebersamaan dan yang keluar dari kebersamaan.

Dua pilihan tersebut menyadarkan manusia tentang urgensi dan keuntungan kebersamaan dalam kelompok besar.

Kalimat tersebut juga peringatan sekaligus kesulitan bagi pengusung hidup individualis yang memisahkan diri dari kebersamaan. Maka marilah kita berpuasa agar paska puasa kita mampu berjamaah secara baik. Puasa Ramadan itu penting karena ia adalah perisai bagi kebersamaan kita. [***] 

Komentar Pembaca
Tidur Di Waktu Puasa Ramadan

Tidur Di Waktu Puasa Ramadan

SENIN, 04 JUNI 2018

Menakar Kualitas Keseharian Ramadhan Kita
Ramadan Berlimpah Pahala Surga

Ramadan Berlimpah Pahala Surga

SELASA, 29 MEI 2018

Ramadhan Mengaudit Harta Kita

Ramadhan Mengaudit Harta Kita

MINGGU, 27 MEI 2018

Warna-warni Pendakwah

Warna-warni Pendakwah

SENIN, 21 MEI 2018

Anak-Anak di Bulan Ramadan

Anak-Anak di Bulan Ramadan

MINGGU, 20 MEI 2018

Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00