Hanura

PANDI Perbarui Tampilan Layanan Data Whois

Ekbis  KAMIS, 24 MEI 2018 , 13:21:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

PANDI Perbarui Tampilan Layanan Data <i>Whois</i>

Foto: Net

RMOL. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengubah tampilan data Whois terkait kebijakan perlindungan data pribadi yang berlaku efektif terhitung per 24 Mei 2018.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah menjelaskan, adanya perubahan tersebut merupakan wujud penyesuaian dengan perkembangan pembahasan terkait perlindungan data pribadi di Indonesia maupun global.

Indonesia saat ini telah memberlakukan UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pasal 26 ayat (2) UU ITE menyebutkan bahwa setiap orang yang dilanggar hak persetujuannya atas penggunaan data pribadinya dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan.

"PANDI bertanggung jawab untuk melindungi data pribadi pengguna nama domain, termasuk bagaimana cara menangani dan mengelola data, seperti mengumpulkan, menyimpan, menggunakan, dan melenyapkan data, terutama dalam menampilkan data Whois," ujarnya melalui pers rilis yang diterima redaksi siang ini (Kamis, 24/5).

Bersamaan dengan itu, di UE juga memiliki aturan baru terkait perlindungan data pribadi yakni GDPR (General Data Protection Regulation) yang mencakup bagaimana organisasi di UE memproses data pribadi dan memperluas penerapannya pada organisasi non-UE yang menawarkan barang atau jasa kepada orang-orang yang berada di UE.

Selain itu, Kementrian Komunikasi dan Informatika juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik yang mengatur tentang perolehan, pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, penampilan, pengumuman, pengiriman, penyebarluasan dan pemusnahan data pribadi yang penerapannya berlaku efektif pada bulan November tahun 2018.

Andi menambahkan, komitmen PANDI untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna nama domain dot id.

"Penting bagi register kami untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana mendaftarkan Nama Domain dengan tetap melindungi data pribadi Registran (pengguna Nama Domain)."

Andi berharap dengan adanya perubahan tampilan Whois ini maka PANDI telah ikut memajukan diskursus perlindungan data pribadi di Indonesia. [wid]



Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Kasus Ahok Gak Bikin Kapok
UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

, 13 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00