Hanura

Sosiologi Terorisme (5)

Modus Operandi Kelompok Radikal

Tau-Litik  RABU, 23 MEI 2018 , 10:39:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Modus Operandi Kelompok Radikal

Nasaruddin Umar/Net

MODUS operandi kelom­pok radikal yang meru­pakan cikal bakal kel­ompok teroris tergolong sangat menakjubkan. Mer­eka memiliki karakter yang tangguh, konsisten, amat tekun, cerdas, dan solid, berani, dan pada saatnya nekat. Dalam menggalang massa, mereka dengan tekun door to door mencari pengikut dengan penguasaan materi yang lumayan ba­gus, sehingga orang bisa seperti terhipnotis, tertarik untuk mendukung ide-idenya. Minimal mereka membuat diam dan tidak memrotes keberadaan kelompok ini. Anak-anak muda yang kosong bisa dengan gampang diisi oleh mereka dengan berbagai cara, termasuk memberikan buku-buku, mengirim email se­cara rutin, meng-SMS setiap kegiatan me­narik yang dilakukannya. Lama kelamaan pemuda tadi luluh dan terbentuk kesadaran baru di dalam benaknya, minimal bisa mema­hami ide dasar yang mendasari misi kelom­pok tersebut cukup bagus. Dalam beberapa kasus pelajar dan mahasiswa "diculik" untuk "disekolahkan" di dalam satu tempat yang ra­hasia. Biasanya mereka menutup mata kor­bannya lalu diajak berputar-putar mengguna­kan kendaraan hingga tiba di sebuah kamar yang dijaga ketat. Di sanalah mereka didok­trin siang dan malam sampai pada akhirnya dianggap "khatam" dan bisa "diwisuda".

Selanjutnya mereka menebar kader-kad­ernya yang sudah jadi untuk menguasai rumah-rumah ibadah, seperti masjid dan mushala. Mereka menjadi aktivis di masjid itu dengan melakukan hal-hal yang produk­tif, seperti membersihkan masjid, mengaktif­kan remaja masjid dan pengajian serta men­jadi muazin. Suatu ketika imam rawatibnya berhalangan ia maju menjadi imam. Sebagai kader tentu bacaan, tajwid, makhraj, dan la­gunya sangat baik, sehingga menjadi imam pengganti manakala imam tetap berhalan­gan. Suatu saat sang khatib Jum'at berha­langan tiba-tiba, maka seolah-olah terpaksa ia menjadi khatib Salat Jum'at. Tentu saja su­dah dipersiapkan materi khutbahnya dengan baik. Akhirnya si anak muda ini berhasil men­curi perhatian jamaah dan pengurus masjid, meskipun mereka tidak tahu asal-usul pemu­da itu. Suatu saat terjadi reshuffle Pengurus Masjid untuk mengganti pengurus yang wa­fat atau pindah alamat, ia dipasang sebagai pengurus baru. Di antara para pengurus dialah paling rajin. Pada saatnya tiba waktu pemili­han pengurus baru, ia terpilih sebagai ketua formatur, bahkan terkadang dipilih secara ak­lamasi karena prestasinya yang luar biasa di masjid itu. Giliran melengkapi kepengurusan, kesempatan yang sudah lama ditunggu-tung­gu, dimasukkanlah seluruh kawan-kawannya dari luar menjadi pengurus. Lama kelamaan mereka mengambil alih seluruh aktivitas masjid, termasuk imam, khatib, dan pence­ramah tetap di masjid itu. Penceramah lama tidak dipakai lagi. Mulailah satu persatu orang didoktrin, hingga masjid itu menjadi markas aktifitas Kelompok Radikal itu. Mereka tidak perlu membeli tanah, membangun bangunan, dan membiayai operasional kegiatannya kar­ena mereka sudah betul-betul memiliki masjid itu. Bahkan hati dan pikiran jamaah masjid itu pun dimiliki. Belakangan orang lain baru sa­dar kalau masjid dan warganya sudah "dimi­liki" orang lain. Di tempat lain, sepatu dan dan sandal jamaah masjid hilang tetapi di tempat ini yang hilang adalah masjid dan jamaah­nya.

Mesjid dan institusi yang sudah dikuasai dibuatkan Akte Yayasan sebagai badan hu­kum untuk menampung dana-dana dari da­lam kelompok maupun dari luar, termasuk bantuan dari luar negeri, untuk membiayai aktivitas mereka. Terkadang juga mendirikan Panti Asuhan, yang anggotanya terdiri atas anak-anak yang tidak mampu atau tidak pu­nya keluarga. Mereka menyekolahkan dan sekaligus mendoktrinnya, sehingga disuruh apapun oleh seniornya mereka mau kerja­kan, termasuk melakukan bom bunuh diri jika diperlukan. 

Komentar Pembaca
Istri Fir’aun

Istri Fir’aun

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Keterlibatan Para Isteri Pembesar

Keterlibatan Para Isteri Pembesar

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018

Kehidupan Nabi Yusuf di Rumah Pembesar

Kehidupan Nabi Yusuf di Rumah Pembesar

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018

Siapa Isteri Pembesar Penggoda Nabi Yusuf?

Siapa Isteri Pembesar Penggoda Nabi Yusuf?

JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018

Mari Kita Bermuhasabah!

Mari Kita Bermuhasabah!

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018

Fa Aina Tadzhabun?

Fa Aina Tadzhabun?

RABU, 12 SEPTEMBER 2018

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia