Hanura

DPR: Ancaman Mogok Pilot Garuda Seharusnya Tak Perlu Dilakukan

Politik  RABU, 23 MEI 2018 , 00:29:00 WIB | LAPORAN:

DPR: Ancaman Mogok Pilot Garuda Seharusnya Tak Perlu Dilakukan

Foto: RMOL

RMOL. Kalangan dewan menyesalkan langkah Pilot Garuda Indonesia pemilik akun Facebook OGT dan TSA yang diduga mendukung aksi radikalisme di media sosial.

Akun itu mengomentari sebuah status yang mendukung aksi bom gereja di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Anggota DPR Muslim Ayub menjelaskan, sebagai ujung tombak maskapai penerbangan nasional seharusnya pilot memiliki sikap empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

''Pilot itu bisa dikatakan sebagai garda terdepan maskapai penerbangan. Seharusnya dapat memberikan kebanggaan terhadap perusahaan dan konsumennya,’’ ujar Muslim di Jakarta, Selasa (22/5).

Pada bagian lain, Muslim mengapresiasi komitmen dan langkah manajemen Garuda Indonesia dalam mendukung upaya pemberantasan terorisme. Termasuk, membersihkan kemungkinan masuknya paham radikalisme dalam tubuh pilot dan karyawan.

''Sudah menjadi tugas manajemen Garuda untuk memeriksa dugaan yang mengarah atau mendukung aksi terorisme. Sejauh mana keterlibatan oknum pilot tersebut, itu yang harus ditelusuri,'' jelasnya.

Muslim berharap, Kasus ini dijadikan momentum Garuda melakukan pengetatan terhadap sikap kebangsaan terhadap karyawan serta pilotnya.

''Jika memang ditemukan indikasi kesalahan dengan bukti-bukti yang kuat, perusahaan harus memberikan sanksi tegas,'' ujar anggota Komisi III Fraksi PAN ini.

Muslim juga menyoroti ancaman mogok massal Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang meminta perombakan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

“Saya dengar belum lama ini justru mengancam untuk melakukan mogok massal. Hal ini kan seharusnya tidak perlu dilakukan. Berikan pelayanan terbaik kepada konsumen, apalagi ini menjelang lebaran,'' beber Muslim.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengatakan, manajemen berkomitmen penuh dalam mendukung upaya pemberantasan terorisme.

Garuda, lanjut dia, akan memberikan sanksi tegas jika ada karyawannya yang kedapatan mendukung aksi terorisme.

"Pada kesempatan ini, Garuda Indonesia juga menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap upaya seluruh pihak dalam upaya pemberantasan terorisme. Tentunya sekiranya ditemukan indikasi karyawan yang terlibat aktivitas tersebut, perusahaan akan memberikan sanksi tegas," jelas Hengki.

"Garuda Indonesia juga secara rutin melakukan screening berkala terhadap karyawan serta pilot dan awak kabin, khususnya mengenai hal-hal yang terkait dengan komitmen safety operasional penerbangan," sambungnya. [sam]

Komentar Pembaca
Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)
Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00