Hanura

Kenaikan Pajak Parkir Tak Berefek Pada Migrasi Pengguna Transportasi Umum

Nusantara  MINGGU, 20 MEI 2018 , 16:35:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

Kenaikan Pajak Parkir Tak Berefek Pada Migrasi Pengguna Transportasi Umum

Ilustrasi/Net

RMOL. Menaikan pajak parkir tidak akan membuat para pengguna kendaraan pribadi berpindah ke angkutan umum massal.

"Kalau hanya menaikan pajak parkir tidak memiliki efek kepada beban berat bagi para pengguna kendaraan pribadi," kata Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azaz Tigor Nainggolan melalui pesan elektronik kepada redaksi, Minggu (20/5).

Hal itu juga yang disampaikan Azaz Tigor dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) soal rencana Raperda Pemda Jakarta yang akan menaikkan pajak parkir dari 15% menjadi 30% di DPRD DKI pada Kamis (17/5) lalu. Alasan Pemda Jakarta menaikkan pajak parkir untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

Kepada dewan, Azaz mengusulkan agar Pemda Jakarta tidak hanya menaikan pajak parkir tetapi juga menaikan tarif parkir.

Tarif parkir di Jakarta saat ini adalah tarif parkir paling murah di dunia. Bagi pemilik mobil pribadi cukup hanya menyediakan uang Rp 50.000 per hari. Sementara di kota negara lainnya para pemilik mobil pribadi jika ingin menggunakan mobil sendiri harus membawa uang minimal Rp 500 ribu per hari.

Di lain hal Aziz menyampaikan Perda Parkir Jakarta sudah mengamanatkan bahwa tarif parkir harus mahal dan dilakukan dengan sistem zona. Dengan sistem zona, tarif parkir dibagi 3 zona makin ke tengah kota semakin mahal. Sementara hingga hari ini tarif parkir, misalnya untuk mobil masih sangat murah Rp 5.000 untuk di sebuah wilayah Jakarta, tanpa pembagian zona.

Tarif parkir mahal dengan sistem zona itu dibuat untuk menekan pengguna kendaraan pribadi dan mau berpindah gunakan angkutan umum. Namun sayangnya, kata Azaz, kenyataan hingga hari ini kebijakan Perda Parkir Jakarta hanya tinggal tulisan belaka.

Azaz mengusulkan jika memang ingin menekan para pengguna kendaraan pribadi lewat parkir maka yang harusnya dinaikan adalah tarif parkirnya hingga 10 kali dari Rp 5.000 menjadi Rp 50 ribu per jam di wilayah atau zona yang demand dan berada  tengah kota Jakarta. Sementara untuk tarif dipinggiran kota dengan demand rendah cukup di buat tarif Rp 5.000 per jam.

"Tarif parkir mahal dan terbatasnya ruang parkir akan menekan penggunaan kendaraan pribadi," imbuh dia.

Azaz berpendapat kegiatan Asian Games pada Agustus 2018 bisa dijadikan momentum memperbaiki masalah manajemen perpakiran di Jakarta. China dan India juga pernah menggunakan kesempatan internasional sebagai moment memperbaiki kebijakan manajemen perparkirannya. Mereka menaikan tarif parkirnya hingga 5 kali lipat atau menjadi 500%.

"Kebijakan menaikan tarif parkir menjadi mahal tersebut  cukup efektif diteruskan walaupun kegiatan internasionalnya sudah selesai," tukas Azaz.[dem]

Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Kasus Ahok Gak Bikin Kapok
UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

, 13 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00