Verified
Hanura

WAWANCARA

Bambang Soesatyo: Tunjukkan Kepada Saya, Presiden Mana Yang Tak Pernah Undang Parpol Ke Istana

Wawancara  MINGGU, 13 MEI 2018 , 08:00:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bambang Soesatyo: Tunjukkan Kepada Saya, Presiden Mana Yang Tak Pernah Undang Parpol Ke Istana

Bambang Soesatyo/Net

RMOL. Senin (7/5) lalu, sembilan sekretaris jenderal partai pendu­kung Presiden Jokowi diundang Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Gedung Sekretariat Kabinet. Para sekjen yang hadir dalam pertemuan itu adalah; Arsul Sani (PPP), Anshori Saleh (PKPI), Ahmad Rofiq (Perindo), Abdul Kadir Karding (PKB), Hasto Kristiyanto (PDIP), Harry Lontung (Hanura), Johnny G Plate (Nasdem), Raja Juli Antoni (PSI), dan Lodewijk Paulus (Golkar).

Tema yang dibicarakan dalam pertemuan itu terkait berbagai program dan capaian pemerintahan Presiden Jokowi. Para sekjen partai itu diminta untuk menyampaikan program dan capaian pemerintahan Presiden Jokowi kepada seluruh calegnya untuk diteruskan ke masyarakat.

Praktis, pertemuan itu menuai kritik banyak kalangan karena dinilai memanfaatkan fasili­tas negara untuk kepentingan politik praktis jelang Pilpres 2019. Sayangnya sikap kritis ini tak diikuti oleh DPR yang seharusnya bekerja mengawasi kerja pemerintah, agar tidak menyalahgunakan fasilitas negera. Berikut ini pandangan poli­tikus Partai Golkar yang juga Ketua DPR Bambang Soesatyo terkait pertemuan para sekjen yang digelar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Bagaimana Anda melihat pertemuan para sekjen partai koalisi pendukung pemerintah yang digelar di kantor Seskab, yang notabene fasilitas negara?

Menurut saya pertemuan di manapun boleh. Masalahnya da­lam suasana apa? Disampaikan oleh Mas Pram (Seskab Pramono Anung) itu suasana istirahat. Jadi menurut saya tidak ada masalah. Maka di DPR pun boleh bertemu, di kantor partai boleh bertemu, tidak masalah sejauh tidak menggangu tugas-tugas kenegaraan yang menjadi tugas beliau, tugas negara yang diamanatkan kepada beliau.

Yang terpenting pertemuan itu tidak membuat runcing per­masalahan bangsa. Ini kan bagus kalau setiap tokoh bertemu, setiap pimpinan partai bertemu rutin satu sama lain. Dengan begitu, saya yakin perbedaan pendapat, perbedaan pandangan bisa diselesaikan lebih baik da­lam satu ruangan.

Bukannya berteriak-berteriak di luar ruangan, saling menge­cam yang kemudian menimbul­kan suasana panas, yang kemu­dian yang merugikan masyarakat kita sendiri.
Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00