Hanura

MPR: Perempuan Penyelamat Bangsa Dari Ideologi Transnasional

MPR RI  JUM'AT, 20 APRIL 2018 , 18:51:00 WIB | LAPORAN:

MPR: Perempuan Penyelamat Bangsa Dari Ideologi Transnasional

Foto: Ist

RMOL. Pergerakan Wanita Nasional (Perwanas) bekerjasama dengan MPR RI menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Tenis Sidoardjo, Jawa Timur, Jumat (20/4).

Acara itu bertema "Perwanas Siap Menjadi Pelopor Penggerak Pengamalan Empat Pilar Dalam Berbangsa dan Bernegara".

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah mengatakan, bangsa Indonesia harus sadar dan waspada karena di tengah-tengah masyarakat sedang terjadi  eksperimen, tarik menarik bahkan turbulensi antara dua kekuatan ideologi transnasional yakni fundamentalisme pasar (liberalisme/kapitalisme) dan fundamentalisme agama (radikalisme/terorisme) yang beroperasi secara terstruktur, sistematis dan massif.

"Ideologi Liberalisme/kapitalisme mengagung-agungkan kebebasan dan individualisme. Misalnya gaya hidup LGBT, gaya hidup konsumtif dan asosial. Sedangkan radikalisme/terorisme  mewujud dalam ajakan untuk berperilaku intoleran, mengkafirkan orang lain, mengobarkan ujaran kebencian antar pemeluk agama hingga paling ekstrem adalah tindakan kekerasan yang menelan korban jiwa," kata dia dalam sambutan.

Menurut Basarah, kedua ideologi tersebut beroperasi membonceng kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat perjuangan propaganda mereka.

Dalam laporan Indonesia Digital Landscale 2018, seluruh segmen usia mulai dari usia 18 tahun hingga lebih dari 31 tahun keatas paling banyak aktivitasnya di smartphone adalah mengakses media sosial (87 persen) disusul dengan chatting (84 persen) dan mendengar musik dan menonton video (61 persen).

"Melalui media sosial inilah propagandis-propagandis ideologi transnasional menjalankan misinya merusak kepribadian nasional bangsa Indonesia," jelas Basarah.

Dia melanjutkan, perempuan bukan sekedar Ibu dalam keluarga melainkan "Tiang Negeri" sepeti apa yang pernah disebut Bung Karno.

"Apabila perempuan baik, baiklah negeri. Apabila  rusak perempuan, rusaklah negeri. Oleh karena itu, perempuan tidak hanya berhenti dalam memperjuangkan kemerdekaan melainkan ikut serta menyelamatkan republik dan menyusun negara yang berkepribadian nasional," jelas Basarah.

Oleh karena itu, lanjut dia, sifat-sifat dasar perempuan seperti kelemahlembutan, kasih sayang dan perhatian menjadi antitesa kondisi bangsa saat ini yang dipenuhi oleh amarah, dendam, kebencian dan kekerasan.

"Keluarga Indonesia hendaknya menjadi keluarga yang di dalamnya hidup dan menyala-nyala api Pancasila yang penuh dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan," pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh 38 DPC Perwanas  se-Jawa Timur dan  dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP Perwanas, Rosa Muhammad, Ketua Bidang Organisasi DPP Perwanas, Leny Sihaloho serta tamu dan undangan lainnya. [sam]

Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00