Hanura

Harapan Di HUT 66, Kopassus Semakin Jaya Dan Profesional

Politik  SELASA, 17 APRIL 2018 , 01:32:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

RMOL. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) genap berusia 66 tahun, Senin (16/4). Berbagai doa dan harapan pun mengalir untuk pasukan elite TNI AD itu.

Di antaranya dari pengamat militer Susaningtyas Kertopati dan Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha.

"Dirgahayu Kopassus. Semoga semakin jaya dan amanah sebagai pasukan khusus yang mengandalkan Sandhi Yudha," ucap Nuning, sapaan Susaningtyas kepada wartawan, Senin (16/4).

Seiring dengan pergeseran ancaman yang dihadapi pasukan khusus militer secara global, kata Nuning, Kopassus perlahan tapi pasti bermetamorfosa menjadi pasukan yang memiliki ketangkasan dan kehebatan militer khusus serta operasi Sandi Yudha tetapi lebih humanis dan strategis.

Perang proxy yang kini menyebar di seluruh dunia juga harus menjadi pengetahuan yang dikuasai prajurit Kopassus, sehingga kemampuan intelijen Sandhi Yudha yang dimiliki juga dapat menghadapi perang modern dan asimetrik.

"Sandi Yudha sebagai suatu operasi intelijen dalam tubuh Kopassus kini dituntut lebih piawai dalam melaksanakan operasi yang sifatnya pencegahan, preventif dan cipta kondisi. Terlebih, saat ini terorisme dan radikalisme merupakan ancaman faktual yang harus kita waspadai dan tangani secara holistik hingga ke tingkat embrionya," papar peraih doktor bidang intelijen ini.

Syaifullah Tamliha memberikan ucapan selamat dan doa yang sama. Politisi PPP ini menganggap, kiprah Kopassus selama ini cukup profesional dan sangat terlatih. Buktinya, Kopassus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menghalau aktivitas yang mengancam NKRI. Salah satunya adalah operasi penumpasan Santoso Cs.

Sebelumnya, Santoso begitu sulit dideteksi aparat. Lewat operasi Kopassus, Santoso bisa diatasi.

"Kopassus sudah sering terlibat dalam berbagai operasi seperti Santoso dan seterusnya, dan ini cukup efektif," katanya.

Di usia ke-66, Tamliha berharap, korps baret merah ini bisa jauh lebih profesional dalam menjaga NKRI. Dia juga berharap, Kopassus tidak ditarik-tarik oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik di 2018-2019.

"Jadilah pasukan elite yang andal dan profesional. Jangan lupa, Kopassus ini sudah cukup dipandang di belahan dunia. Bahkan, ada yang mendapat pendidikan militer di Amerika Serikat. Saya berharap, Panglima TNI dan Korps TNI AD bisa jalankan misi Kopassus sesuai tuntutan zaman,” katanya.

Tamliha memastikan, Komisi I DPR siap memberikan anggaran tambahan sesuai kebutuhan Kopassus.

"Komisi I akan tingkatkan anggaran Kopassus agar lebih profesional. Termasuk untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataannya," tambah dia. [ian]

Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia