Hanura

BLBI Dan Century Kejahatan Luar Biasa Boediono

Hukum  SENIN, 16 APRIL 2018 , 23:15:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

BLBI Dan Century Kejahatan Luar Biasa Boediono

Boediono/Net

RMOL. Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto khawatir jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mampu menyelesaikan kasus mega korupsi bailout Bank Century yang melibatkan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono.

Bukan tanpa sebab, menurut dia, keterlibatan Boediono dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang sudah dari tahun 1997 juga sampai saat ini belum mampu diungkap lembaga antiasuah.

"Kita dulu ada kasus perbankan yang sesungguhnya lebih besar, yang namanya BLBI tahun 1997. Disitu juga ada nama Boediono ternyata setelah kita telusuri BLBI ini. Kasus BLBI ini kan sampai detik ini tidak selesai," kata Andrianto dalam sebuah diskusi di Hotel Century, Jakarta, Senin (16/4).

Peran Boediono dalam kasus BLBI, kata dia, semakin terlihat saat dia terpilih menjadi Menteri Keuangan era Presiden RI Megawati Soekarnoputri.

"Puncaknya yaitu balance and discharge tahun 2002, Inpres nomor 8 tahun 2002 yang ditandatangani oleh Megawati dan Boediono sebagai Menteri Keuangan. Saat itu BCA hanya dijual Rp 5 triliun. Sekarang berapa nilai BCA, mungkin bisa Rp100 triliun. Ini kan kejahatan yang luar biasa oleh Boediono," urainya.

Andrianto mengaku akal sehatnya sama sekali tak bisa menerima jika kasus BLBI sama sekali tak diketahui oleh Boediono. Sebab, pada tahun 2002, Boediono menjadi Menteri Keuangan era pemerintahan Megawati.

"Puncaknya yaitu Pemerintahan Megawati (2000-2004) menerbitkan Release and Discharge melalui Inpres nomor 8 tahun 2002 yang ditandatangani oleh Megawati dan Boediono sebagai Menteri Keuangan," jelasnya.

Nah, untuk menyelesaikan kasus BLBI, kata Andrianto, KPK harus berani memeriksa Megawati Soekarnoputri sebagai salah satu pihak yang mendatangani Release and Discharge kepada para pengemplang BLBI yang koperatif.

"Semua sudah diperiksa, Megawati juga harus diperiksa karena dia yang tandatangani Release and Discharge. Kalau tidak diperiksa, aneh gitu loh," tegasnya.

"Karena pelakunya perbankan ini adalah residivis perbankan. Enggak mungkin orang yang enggak mengerti dengan njelimetnya perbankan bisa mengetahui persis. Saya agak khawatir, kalau BLBI aja belum bisa, apakah Century juga bisa. Saya katakan ini para pelakunya residivis perbankan. Kalau soal Century dan BLBI, yang main ya orangnya ini-ini juga," demikian Andrianto. [sam]

Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia