Hanura

Menaker: Lembaga Pendidikan Harus Menyesuaikan Kemajuan Jaman

Naker  SABTU, 14 APRIL 2018 , 21:01:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menaker: Lembaga Pendidikan Harus Menyesuaikan Kemajuan Jaman

Foto : Kemnaker

RMOL. Lembaga pendidikan dituntut mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat mengantisipasi dampak perubahan jaman akibat perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat.

Ini sangat memperngaruhi perkembangan dunia industri.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat menjadi Narasumber dalam Seminar Nasional Pra Muswil PWNU Jawa Tengah di Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga, Sabtu (14/4).

"Industri kita sudah berubah. Mau tidak mau pendidikan juga harus berubah agar bisa tetap bertahan dan berkembang di era digital," katan Hanif.

Perubahan industri kata Menaker, menyebabkan kebutuhan jenis-jenis pekerjaan berubah. Dengan adanya perubahan jenis pekerjaan itu, maka keterampilan yang dibutuhkan juga berubah.

"Kalau industri berubah, pekerjaannya berubah, keterampilannya juga berubah, tapi pendidikannya tidak berubah, maka akan ketinggalan," katanya.

Lembaga pendidikan, kata Menaker harus memperhatikan 5K untuk menyiapkan output yang kompetitif di tengah perubahan industri tersebut.

Pertama, karakter. Dijelaskan Menaker, SDM kompetitif tidak hanya ditentukan dengan penguasaan skill semata. Namun lebih dari itu, karakter merupakan fondasi utama bagi SDM Indonesia agar mampu bersaing dengan SDM negara-negara lain.

"Namun landasan utamanya tetap karakter. Sedangkan keterampilan dan sebagainya itu bisa diintervensikan," ujarnya.

Kedua, keterampilan. Lembaga pendidikan, lanjut Menaker, harus menyesuaikan antara supply and demand, yakni pendidikan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

"Agar bisa terserap pasar kerja atau berwirausaha," katanya Menaker.

Ketiga, kolaborasi. Menaker menilai bahwa daya saing bukan hanya persoalan persaingan satu sama lain. Namun juga bisa berkolaborasi atau bekerja sama membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Keempat, kontribusi atau produktivitas. Generasi masa depan ini, kata Menaker harus dipersiapkan menjadi generasi produktif.

Kelima, kreativitas atau inovasi. Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, Menaker menilai lembaga pendidikan harus bisa mendorong siswanya menjadi kreatif dan inovatif.

Dengan sikap kreatif dan inovatif tersebut, Menaker menilai setiap orang akan tetap eksis di tengah berbagai perubahan yang ada.

"Karena, saat ini tenaga kerja tidak bisa hanya berbekal tenaga dan kemudian bekerja saja. Sekarang tenaga kerja itu harus berbasis pengetahuan, berbasis inovasi," paparnya.

Turut hadir dalam seminar ini Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo, Bupati Purbalingga Tasdi, dan Forkopimda Kabupaten Purbalingga. [dzk]



Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

Represif, Jokowi Jadi Raja Saja!

, 18 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
<i>Asia Sentinel</i>: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun
Aksi Mahasiswa UIR Pekanbaru Tempeleng Jutaan Mahasiswa Indonesia
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Kabareskrim Mau Tangkap Hendropriyono, Arief: Itu Kabar Bohong
Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Pileg Jangan Dikotori Aksi Saling Hujat

Politik19 September 2018 05:33

Tuding Moeldoko Ibarat Buruk Muka Cermin Dibelah
Houston

Houston

Dahlan Iskan19 September 2018 05:00

Kiai Ma'ruf Minta Didoakan Berhasil Jadi Wapres
Uni Eropa Selidiki 28 Kelompok Produk Baja Dunia