Hanura

Garuda & AP Dukung Larangan Power Bank Berdaya Besar Masuk Pesawat

Ekbis  RABU, 14 MARET 2018 , 11:25:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Garuda & AP Dukung Larangan Power Bank Berdaya Besar Masuk Pesawat

Foto/Net

RMOL. Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia dan pengelola bandara PT Angkasa Pura menyambut baik keluarnya aturan penertiban penggunaan baterai lithium portable alias power bank yang dibawa ke dalam kabin pesawat. Penumpang harus patuh karena aturan itu demi keselamatan awak kabin saat terbang.

 Pemerintah melalui Direk­torat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan Surat Edaran Kes­elamatan terkait ketentuan mem­bawa power bank dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara. SE Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan pada 9 Maret 2018 ini berkaitan dengan adanya potensi risiko bahaya meledak/kebakaran pada power bank atau baterai lithium cadan­gan yang membahayakan kesela­matan selama penerbangan.

Perlu dicatat, aturan tersebut bukan melarang semua tipe power bank, tapi hanya tipe tertentu yang tidak boleh masuk kabin. Pihak maskapai nasional, juga bandara sudah menyo­sialisasikan aturan yang mulai keluar sejak 9 Maret 2018.

Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, ketentuan pemerin­tah merupakan keputusan yang tepat. Walau sederhana, tapi me­mang harus diatur. "Sudah kami terapkan sebagaimana kebijakan standarisasi keselamatan pener­bangan Kementerian Perhubun­gan," kata Ikhsan, kemarin.

Ikhsan menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, besaran daya power bank yang diizinkan dibawa ke pesawat adalah yang berkapasitas maksimal 20.000 milliamps hour (mAh) atau tidak lebih dari 100 watt per hour dengan voltase 5 volt. Jika penumpang membawa power bank dengan daya yang lebih dari itu, wajib me­laporkannya kepada petugas untuk mendapatkan persetujuan.

"Dan hanya diperbolehkan membawa maksimal dua power bank untuk setiap penumpang," kata Ikhsan.

Pihak juga Bandara me­nyambut baik aturan tersebut. PT Angkasa Pura II (Persero) juga tengah menyosialisasi­kannya. Vice President Cor­porate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan, proses sosialisasi bandara tidak sendirian karena akan bekerja sama dengan maskapai untuk sosialisasikan melalui media komunikasi di seluruh bandara di bawah pengelolaannya.

"Kami juga berkolaborasi den­gan maskapai untuk bersama-sama mengimbau para penumpang terkait aturan baru ini," kata Yado.

Pihaknya akan aktif berkoor­dinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.

Secara terpisah, PT Angkasa Pura I (Persero) juga siap mendu­kung Surat Edaran tersebut den­gan menyosialisasikannya ke se­luruh bandara yang dikelola dan pengguna jasa melalui saluran yang sudah tersedia. "Tentu se­cepatnya aturan ini kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan kenyamanan pengguna jasa," kata Corporate Communication Departemen Head AP I Awaluddin.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso me­nyebut, penumpang yang mem­bawa perangkat tersebut tidak diizinkan mengisi daya atau terhubung dengan perangkat elek­tronik lain selama penerbangan.

Artinya, penumpang juga tidak diperbolehkan mengisi daya perala­tan elektroniknya dengan power bank ketika masih dalam penerbangan.

Adapun dalam aturan itu tertu­lis peralatan yang mempunyai daya antara 100 Wh hingga 160 Wh harus mendapatkan persetu­juan dari maskapai dan diperbo­lehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang. Semen­tara, peralatan yang mempunyai daya lebih dari 160 Wh atau yang tidak dapat diidentifikasi, maka dilarang dibawa masuk ke pesa­wat udara. Aturan dibuat untuk menyikapi peristiwa power bank meledak dalam sebuah penerban­gan di China baru-baru ini.

Meski belum ada kejadian yang sama di Indonesia, dengan surat edaran tersebut diharapkan bisa mencegah hal yang sama dan menjaga kegiatan penerban­gan komersial tetap aman.

Sebelumnya, sempat viral kabar tentang penumpang maskapai penerbangan China Southern Air­lines dari Guangzhou ke Shanghai pada Minggu (25/2) harus turun dari pesawat, ketika sebuah power bank terbakar di bagasi kabin.

China Southern Airlines menga­takan, penumpang pesawat dengan nomor penerbangan CZ3539 itu me­lihat asap dan api yang berasal dari tas penumpang. Kebakaran berhasil diatasi dengan bantuan departemen kebakaran dan keamanan.

"Kebakaran juga tidak me­nyebabkan kerusakan lebih lanjut," tulis pernyataan China Southern Airlines.

Penumpang yang memiliki tas tersebut dibawa ke kantor polisi untuk membantu penyelidikan. Berawal dari kejadian ini akhirnya menjadi pelajaran bagi Indonesia agar berhati-hati. Demi keselama­tan dalam penerbangan yang tak bisa ditawar terbitlah aturan yang melarang membawa power bank dengan kapasitas besar ke dalam kabin pesawat. ***


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?
Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

Eks Politikus Gerindra Dukung Jokowi-Ma\'ruf

, 19 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00