Hanura

Jaga Persatuan, Pemerintah Bisa Belajar Ke Muhammadiyah

Politik  SABTU, 24 FEBRUARI 2018 , 04:27:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

Jaga Persatuan, Pemerintah Bisa Belajar Ke Muhammadiyah

Foto/RMOL

RMOL. Ketua MPR Zulkifli Hasan merasa miris dengan kondisi kebhinekaan bangsa saat ini yang dianggapnya sudah memprihatikan. Dia pun meminta Pemerintah belajar ke Muhammadiyah.

Kiprah Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia ini tak diragukan lagi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Sebetulnya, Indonesia kalau mau aman, mau tertib, DPR dan Pemerintah tidak perlu studi ke luar negeri. Cukup contoh dan belajar dari Muhammadiyah," ucap Zulkifli saat membuka Muktamar XV Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke-XV di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (23/2).

Diterangkan Zulkfili, ‎jalannya pengorganisasian Muhammadiyah sesuai dengan sila ke-4 Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Musyawarah mufakat serta perwakilan, kata Zulkifli, merupakan kunci terhindar dari kegaduhan.

"Kampus ini dipakai untuk muktamar Muhammadiyah. Pemilihannya musyawarah mufakat. Dipilih 13 orang perwakilan, baru dipilih siapa ketuanya, siapa wakilnya, siapa bendaharanya. Oleh karena itu, mereka kompak dan tidak gaduh," ujar Zulkifli, bangga.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli tidak berbicara mengenai Empat Pilar MPR seperti di tempat-tempat lain. Kata dia, Muhammadiyah sudah khatam alias tuntas mengenai Empat Pilar. Bicara kebangsaan di depan Muhammadiyah sama saja dengan mengajari mengajari ikan berenang. Organisasi ini lahir jauh sebelum Indonesia merdeka. Tokoh-tokoh Muhammadiyah juga yang melahirkan pondasi dan dasar negara ini.

"Soal kebhinnekaan, jangan diragukan lagi. Banyak sekolah dan rumah sakit (milik Muhammadiyah), siapa saja boleh masuk. Tak pandang agama. Kalau Indonesia mau maju, tinggal copy paste saja apa yang dilakukan Muhammadiyah," seru Ketua Umum PAN ini.

Di akhir pidatonya, Zulkifli menyinggung mengenai masalah adu domba anak bangsa. Kata dia, siapa pun yang mengadu domba umat beragama harus dilawan dan dihentikan. Sebab, akhir-akhir ini, ada yang ingin Indonesia terpecah belah. Caranya macam-macam, termasuk lewat serangkaian kekerasan terhadap pemuka agama.

Untuk aparat, Zulkifli meminta keadilan ditegakkan untuk semua golongan. Termasuk juga dalam menyebut pihak yang melakukan penyerangan. Tidak boleh ada yang tersakiti dan merasa tidak adil.

"Kalau korbannya pastur disebut teroris, kalau ulama juga harus disebut teroris. Harus adil, semua harus sama," ucapnya.

Untuk para pendekar Tapak Suci, Zulkifli meminta untuk menjaga tokoh-tokoh agama dari persekusi dan penganiayaan pihak yang tak bertanggung jawab. Pendekar Tapak Suci tidak boleh diam penyerangan terhadap pemuka agama marak.

"Saya minta kader Tapak Suci Putera Muhammadiyah di seluruh Indonesia, ayo jaga ulama. Jaga tokoh-tokoh agama kita," tandasnya. [nes]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00