Hanura

Suhardi: Tolong Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme

Pemda Diminta Aktif Cegahan Terorisme

Nusantara  RABU, 21 FEBRUARI 2018 , 04:27:00 WIB | LAPORAN:

Suhardi: Tolong Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme

Suhardi Alius/Net

RMOL. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius meminta pemerintah daerah berperan aktif di pencegahan terorisme.

Hal ini disampaikan Suhardi saat mengukuhkan kepengurusan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) masa bakti 2018-2020 di Jakarta, Selasa (20/2). FKPT adalah lembaga non profit yang dibentuk oleh BNPT sebagai mitra strategis dalam pencegahan terorisme di daerah, dan sejauh ini sudah berdiri di 32 provinsi.

"Bapak dan Ibu sekalian yang lebih memahami masalah di daerah, bukan kami di pusat. Karena itu peran Bapak Ibu sekalian, senior-senior kami di Jakarta ini, adalah kunci bagaimana terorisme bisa ditangani dengan baik," kata Suhardi dalam sambutannya.

Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme yang direpreentasikan dalam wadah FKPT, lanjut Suhardi, diharapkan juga menjadi triger bagi pemerintah daerah untuk ikut berperan aktif.

"Saya sudah sampaikan ke Mendagri, BNPT sudah membentuk FKPT di daerah, tolong disenergikan agar pencegahan terorisme berjalan baik," tambahnya dalam keterangan resmi.

Terkait keterlibatan pemerintah daerah, mantan Sekretaris Utama Lemhanas tersebut juga mengatakan, BNPT beberapa saat lalu sudah mengumpulkan 34 gubernur di Jakarta. Kepada para kepala daerah tersebut disampaikan pentingnya dibangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan terorisme.

Sebagai contoh kasus Suhardi mengungkap catatan tiga mantan narapidana terorisme yang kembali beraksi, yaitu ledakan bom di Jl. Thamrin di Jakarta, Cicendo di Bandung, Jawa Barat, dan sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur.

Minimnya kepedulian dan penerimaan masyarakat terhadap mantan narapidana terorisme dinilai menjadi pemicu ketiga kasus ledakan bom tersebut.

"Juhanda misalnya, dia itu hopeless. Di penjara sudah dideradikalisasi, tapi keluar ditolak keluarga dan dikucilkan masyarakat. Dia jadi marbot dan kembali didekati kelompoknya, kembalilah dia beraksi. Melalui FKPT saya minta masyarakat didorong untuk tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme, sebaliknya bina mereka," demikian Suhardi. [rus]


Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00