Hanura

Produk Lokal Kudu Jadi Tuan Di Rumah Sendiri

Batasi Barang Impor Di E-Commerce

Ekbis  RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 10:59:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Produk Lokal Kudu Jadi Tuan Di Rumah Sendiri

Foto/Net

RMOL. Pemerintah diminta untuk membuat regulasi yang men­gatur peredaran barang impor yang dijual di toko online (e-commerce). Jika dibiarkan akan banyak industri kecil dan me­nengah (IKM) yang gulung tikar dan Indonesia cuma jadi pasar saja. Seharusnya, produk IKM jadi tuan di rumah sendiri.

Anggota Komisi VI DPR Lili Asdjudiredja mengatakan, Ke­menterian Perdagangan (Ke­mendag) harus segera menyele­saikan aturan tentang e-commerce. Sebab, saat ini tinggi transaksi e-commerce tidak dirasakan oleh industri dalam negeri.

"IKM kita sekarang cuma jadi penonton. Produk yang dijual e-commerce kebanyakan impor," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Apalagi produk-produk impor yang dijual di e-commerce belum kena pajak. Kondisi ini, membuat produk industri dalam negeri sulit bersaing dari sisi harga.

Karena itu, dia mendesak, Kemendag untuk mengatur peredaran barang impor di e-commerce. Misalnya, dengan mengatur jumlah kuota barang impor. Langkah ini dilakukan supaya produk dalam negeri tidak mati. "Keberadaan barang impor di e-commerce sudah sangat mengkhawatirkan," tuturnya.

Menurut Lili, meroketnya e-commerce seharusnya bisa dira­sakan juga oleh industri dalam negeri. Keberadaan mereka harus menjadi pasar untuk produk bua­tan lokal. "Regulasi yang adil diperlukan," tukasnya.

Hal senada dikatakan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Har­tati. Menurut dia, porsi produk IKM dalam e-commerce harus terus ditingkatkan.

"Kita ingin IKM punya porsi di e-commerce, karena 90 persen barangnya adalah impor. Sisan­ya produk IKM," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah perlu memiliki keberpihakan kepada pelaku IKM dari sisi regulasi sehingga dapat menangkap po­tensi e-commerce yang sangat besar di Tanah Air. Ia mencon­tohkan regulasi yang diterap­kan pada ritel modern di mana mereka wajib menjual 20 persen produk lokal.

Menurut Enny, regulasi yang sedang disusun Kemendag har­us mengatur mengenai porsi produk IKM di e-commerce. "Kemendag bisa memodifikasi aturan untuk melindungi pasar kita dari serbuan produk impor," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Kemendag menelusuri produk-produk yang dijual pada e-commerce. Jangan sampai barang-barang yang dijual 100 persen impor.

Menteri Perdagangan Engga­tiasto Lukita mengakui, saat ini menjamur produk-produk impor di e-commerce. Karena itu, pihaknya akan memanggil para pelaku usaha e-commerce. Dia berharap, pelaku e-commerce mulai memperbanyak menjual produk-produk lokal. ***

Komentar Pembaca
Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00