Hanura

Penghargaan Sri Mulyani Disinyalir Karena Lobi Politik

Politik  RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 09:26:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Penghargaan Sri Mulyani Disinyalir Karena Lobi Politik

Sri Mulyani/Net

RMOL. Terpilihnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) diduga karena lobi-lobi politik.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan bahwa patut diduga terpilihnya SMI dalam ajang bergengsi itu justru karena hubungan baik dirinya dengan lembaga yang melakukan seleksi dalam menentukan predikat Menteri Terbaik, yakni Ernst & Young (EY).

"Ada dugaan EY bermain untuk endorse SMI ke level global. Karena selain jasa konsultan EY punya pengaruh besar terhadap lobi-lobi ke lembaga multi nasional semacam World Bank, IMF dan lain-lain," katanya kepada redaksi, Rabu (13/2).

Hubungan baik antara SMI dan EY kata dia terjalin akibat salah satu dari raksasa konsultan dunia itu sudah lama beroperasi di Indonesia. Dimana banyak perusahaan besar dalam negeri yang menjadi kliennya. Sebut saja PT Telkom, Krakatau Steel, BRI, dan lain sebagainya. Nah, posisi SMI sebagai Menteri Keuangan tentu bakal bersinggungan dengan EY yang notabene bekerjasama dengan perusahaan plat merah.

Adapun EY mendorong SMI mendapatkan gelar itu karena mereka seakan merasa berterima kasih pada SMI yang terus menerus berhutang ke World Bank, IMF dan lain sebagainya.

"Ada rumor bila tidak lewat EY, jangan harap dibukakan pintu ke lembaga kreditur tersebut (World Bank dan IMF)," jelasnya.

Lebih lanjut gelar yang dicapai SMI itu kata dia merupakan pencitraan di lingkungan komunitas belaka. Sebab faktanya, SMI sendiri merupakan eks petinggi di World Bank dan IMF.

"Sehingga gelontoran hutang makin deras di era now sudah mencapai Rp 4000-an triliun. Sehingga APBN sudah didominasi oleh utang, tak hanya defisit, APBN kita sudah dalam posisi defisit keseimbangan primer. Berutang baru untuk bayar bunga utang lama," sesalnya.

Untuk menyikapi utang yang sedemikian menumpuk hingga membabani anak cucu setiap warga negara itu, lanjut Andrianto, maka menurut dia pemerintah harusnya tegas memutus hubungan dengan World Bank dan IMF.

"Lakukan audit menyeluruh terhadap EY dan kick out dari Tanah Air kita. Sebelum terlambat pola Boediono di Pilpres 2009 akan terulang dengan SMI sebagai kontestannya di Pilpres 2019," pungkas Andrianto. [rus]

Komentar Pembaca
Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)
Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00