Verified
Hanura

Beras Surplus Tetap Impor, Pemerintah Ambil Untung Dari Rakyat

Ekbis  MINGGU, 14 JANUARI 2018 , 06:52:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Beras Surplus Tetap Impor, Pemerintah Ambil Untung Dari Rakyat

Ilustrasi/Net

RMOL. Pemerintah perlu meninjau ulang regulasi harga beras yang hingga dinilai saat ini masih buruk.

Kebijakan-kebijakan berkaitan dengan tata niaga beras dimulai dari proses produksi, manajemen stok, pendataan, penentuan harga hingga kebijakan ekspor-impor tidak sinergi sehingga terjadi anomali di beberapa situasi.

"Kisruh harga beras ini bukan kesengajaan. Adanya kesalahan data atau dugaan mafia impor beras harus ditepis pemerintah dengan bukti adanya kestabilan harga beras di pasar dan masyarakat," pinta anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin.

Legislator PKS dari Sulawesi Selatan II ini menyampaikan bahwa partainya sudah membuat rekomendasi kepada pemerintah. Rekomendasi ini yang akan disampaikan pada rapat kerja pemerintah dengan DPR melalui Komisi IV yang membidangi masalah pertanian di mana ada bahasan beras di dalamnya.

Adapun rekomendasi PKS kepada pemerintah di antaranya meninjau kembali Permendag No.51/2017 dan Permentan No. 31/2017. Kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk jenis beras medium dan premium dinilaI Fraksi PKS telah berdampak terhadap ketersediaan beras jenis medium dan premium. Di mana beras jenis medium menjadi langka di pasar, sedangkan jenis premium cukup.

Menurut Andi Akmal, dengan margin harga HET yang lebar antara jenis premium dan medium, para pedagang lebih cenderung beralih ke jenis premium. Faktor ini yang diduga sebagai pemicu kenaikan harga beras jenis medium.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki
Andi Arief Mencambuk Prabowo

Andi Arief Mencambuk Prabowo

, 15 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Sisa Puing Gempa

Sisa Puing Gempa

, 12 OKTOBER 2018 , 06:03:00

Ciptakan Kampanye Damai

Ciptakan Kampanye Damai

, 13 OKTOBER 2018 , 03:56:00