Verified
Hanura

Impor Beras Bukti Kegagalan Jokowi

Politik  SABTU, 13 JANUARI 2018 , 18:10:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Impor Beras Bukti Kegagalan Jokowi
RMOL. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Koorkesra), Fahri Hamzah, mengatakan kenaikan harga beras menjadi awal buruk bagi Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di awal tahun 2018 yang disebut tahun politik.

Padahal belum hilang dalam ingatan kalau Pemerintah berjanji tidak akan terjadi gejolak harga.

"Tapi, mana janjinya sekarang? Selama ini kita dininabobokan dengan keberadaan data perberasan, sampai-sampai Pemerintah selalu mengklaim stok beras cukup untuk beberapa bulan kedepan, namun faktanya harga beras naik. Siapa yang mau ambil tanggung jawab?" kata Fahri lewat akun Twitter-nya @Fahrihamzah yang dipost-nya, Sabtu (13/1).

Sekarang, lanjut Fahri, semuanya baru menyadari bahwa ada data yang tidak sinkron dengan kenyataan. Mestinya, Pemerintah harus berbesar hati untuk mengakui bahwa kenaikan harga beras awal Januari tahun 2018 ini, bukan semata karena faktor supply dan demand atau faktor cuaca, tapi mal praktik kebijakan.

"Katanya ada mafia impor tapi kok mafia lagi? Mafia impor katanya sudah dihabisi. Kok ada lagi? Kasian petani. Inikah catatan kenaikan?" ucap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sambil manegaskan bahwa klaim swasembada dan sukses kelola pangan sudah selesai.

Menurut Fahri, jika memang produksi besar tidak mencukupi harus diakui, dan lalu evaluasi dan perbaiki faktor-faktor produksi beras yang selama selama ini terabaikan. Sebab, dalam teori faktor produksi, output beras nasional sangat ditentukan oleh faktor modal (lahan), tenaga kerja, teknologi.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki
Andi Arief Mencambuk Prabowo

Andi Arief Mencambuk Prabowo

, 15 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Sisa Puing Gempa

Sisa Puing Gempa

, 12 OKTOBER 2018 , 06:03:00

Ciptakan Kampanye Damai

Ciptakan Kampanye Damai

, 13 OKTOBER 2018 , 03:56:00