Verified
Hanura

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (150)

Mendalami Sila Kelima: Menghindari Arogansi Mayoritas

Tau-Litik  SABTU, 13 JANUARI 2018 , 08:20:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mendalami Sila Kelima: Menghindari Arogansi Mayoritas

Nasaruddin Umar/Net

SIFAT, sikap, dan peri­laku yang menampilkan arogansi atau kesombon­gan mayoritas terhadap warga minoritas jelas tidak sesuai dengan spirit Pancasila dan jiwa agama. Kelompok ini seolah-olah menganggap kelompok minoritas, baik agama maupun etnik, se­bagai warga negara kelas dua yang dapat diperlakukan sebagai kelompok marginal. Kelompok minoritas dianggap tidak boleh memiliki hak melebihi kelompok mayoritas, dan mereka tidak segan-segan melakukan sikap dan tindakan tidak terpuji terhadap kelompok minoritas. Mereka selalu mem­peratasnamakan diri sebagai kelompok mayoritas untuk meminta hak-hak istimewa di dalam masyarakat. Mereka tidak rela jika kelompok mayoritas tidak memperoleh hak-hak istimewa di wilayah atau negerinya den­gan menyebut prestasi sejarah perjuangan mereka.

Jika mereka melakukan demikian secara wajar, tidak melanggar kaedah-kaedah mor­al dan kebangsaan, maka sesungguhnya masih bisa ditolerir. Yang menjadi masalah jika ia selalu memperatasnamakan kelom­pok mayoritas di dalam melakukan berba­gai tindakan intimidatif, termasuk tindakan kekerasan, seperti penyerbuan, perusakan, penyegelan, dan penghancuran. Padahal, belum tentu mayoritas yang diperjuangkan­nya setuju dengan berbagai cara yang di­lakukan.

Di dalam Islam, konsep mayoritas (akt­sariyyah) dan monoritas (aqaliyyah) sudah lama diperkenalkan di dalam Al-Qur’an. Namun konsep mayoritas-minoritas terse­but bukan hanya mengacu kepada kuan­titas dalam arti jumlah tetapi juga kualitas. Boleh jadi dalam suatu saat ada golon­gan termasuk minoritas secara kuantitas tetapi mayoritas atau dominan di dalam masyarakat.

Sebaliknya ada golongan mayoritas se­cara kuantitatif tetapi minoritas secara kualitatif, misalnya disebutkan dalam ayat: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah be­serta orang-orang yang sabar." (Q.S. al- Baqarah/2:249).

Sementara di tempat lain ada golongan meyoritas secara kuantitatif dan secara kualitatif dan ada golongan minoritas se­cara kuantitatif dan kualitatif, misalnya dis­ebutkan dalam ayat: Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan men­culik kamu, maka Allah memberi kamu tem­pat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. (Q.S. al-Anfal/8:26).

Al-Qur'an juga mengisyaratkan bahwa wacana, isu, dan sekaligus solusi menga­tasi problem relasi mayoritas-minoritas su­dah diisyaratkan di dalam beberapa ayat, antara lain: Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan ke­cil dari orang-orang yang kemudian. (Q.S. al-Waqi'ah/56:13-14). Al-Qur'an juga sudah mengisyaratkan relasi antar golongan di dalam masyarakat, harus diambil manfaat­nya dengan cara menekankan aspek "per­temuan" (encounters), bukannya meneka­nkan aspek negatif (conflict), sebagaimana diisyaratkan di dalam Q.S. A-Hujurat/49:13.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Maria Al-Qibtiyyah

Maria Al-Qibtiyyah

SELASA, 16 OKTOBER 2018

Khaulah Binti Tsa'labah

Khaulah Binti Tsa'labah

SENIN, 15 OKTOBER 2018

Zainab

Zainab

SABTU, 13 OKTOBER 2018

Kemerdekaan Perempuan di Masa Nabi Muhammad Saw
Dampak Perseteruan Dua Istri

Dampak Perseteruan Dua Istri

RABU, 10 OKTOBER 2018

Determinisme Biologis

Determinisme Biologis

SELASA, 09 OKTOBER 2018

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki
Andi Arief Mencambuk Prabowo

Andi Arief Mencambuk Prabowo

, 15 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Sisa Puing Gempa

Sisa Puing Gempa

, 12 OKTOBER 2018 , 06:03:00

Ciptakan Kampanye Damai

Ciptakan Kampanye Damai

, 13 OKTOBER 2018 , 03:56:00