Verified
Hanura

UU Kelapa Sawit Kok Bisa Masuk Prolegnas 2018

Tumpang Tindih Dengan UU Dan PP Lainnya

Bongkar  KAMIS, 28 DESEMBER 2017 , 08:23:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

UU Kelapa Sawit Kok Bisa Masuk Prolegnas 2018

Foto/Net

RMOL. RUU Perkelapasawitan, yang merupakan inisiatif DPR, masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Proleg­nas) 2018. Kalangan aktivis mempertanyakan urgensi pembahasan RUU tersebut. Alasannya, RUU itu lebih menguntungkan kalangan pengusaha sawit ketimbang masyarakat.

Direktur Eksekutif Sawit Watch, Inda Fatinaware menu­turkan, pasal-pasal dalam RUU Perkelapasawitan tumpang tin­dih dan bertentangan dengan UU Perkebunan dan PP Gambut.

"RUU yang mengatasnama­kan kepentingan petani kecil, tidak tercermin dari pasal-pasal yang diusulkan, sebaliknya RUU Perkelapasawitan cenderung menguntungkan kalangan pen­gusaha yang memonopoli bisnis perkelapasawitan," ujarnya.

Pemerintah sendiri, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rapat Kerja (RAKER) harmonisasi RUU Perkelapasawitan dengan Baleg dan Kementerian terkait lainnya telah menyatakan, tidak ada substansi baru yang perlu dituangkan dalam bentuk keten­tuan undang-undang.

Selain itu, para pemangku ke­pentingan kelapa sawit meyam­paikan bahwa hal-hal yang mendesak dapat difasilitasi den­gan produk di bawah undang-undang.

Walaupun Kementerian Hukum dan HAM belum menyam­paikan posisi/pandangannya dalam RAKER harmonisasi RUUtersebut, telah terlihat jelas bahwa Pemerintah secara substansial berkeberatan untuk melanjutkan pembahasan RUU Perkelapasawitan ini. Meskipun demikian, Baleg DPR masih terus mengelak dan bersikeras melanjutkan pembahasan RUU.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki
Andi Arief Mencambuk Prabowo

Andi Arief Mencambuk Prabowo

, 15 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Sisa Puing Gempa

Sisa Puing Gempa

, 12 OKTOBER 2018 , 06:03:00

Ciptakan Kampanye Damai

Ciptakan Kampanye Damai

, 13 OKTOBER 2018 , 03:56:00