Verified
Hanura

Pertemuan Putri Soekarno Dan Imam Khomeini, Revolusi Belum Selesai

Suara Publik  SELASA, 12 DESEMBER 2017 , 10:37:00 WIB

Pertemuan Putri Soekarno Dan Imam Khomeini, Revolusi Belum Selesai

Rachma-Putri Khomeini/RMOL

SEBUAH kehormatan luar biasa, saya mendapat tanda tangan langsung dari Bu Rachmawati yang dibubuhkan di buku karyanya, "Revolusi Belum Selesai" setelah pertemuan bersejarah antara dua putri revolusi dunia, Bu Rachmawati binti Soekarno dan Dr Zahra Mustafawi binti Imam Khomeini, Kamis, 7 Desember 2017 di Hotel Indonesia.

Dalam pertemuan luar biasa di tempat luar biasa yang penuh dekor gambar Soekarno, dua putri bukan hanya sekedar basa-basi tapi mereka saling menyampaikan pemikiran ayah masing-masing yang tentunya mewakili pemikiran ideologi dunia.

Imam Khomeini dan Soekarno punya kesamaan ideologi dalam melawan kekuatan imperialisme. Tidak hanya itu, kedua sosok ini pernah menyuarakan slogan perlawanan yang sama, "Tidak Barat Tidak Timur."  Poin inilah yang menjadikan dua putri dari dua pemimpin revolusi dunia ini bisa bertemu karena keduanya masih mewarisi pemikiran bapak mereka.

Bu Rachmawati dan Dr Zahra dalam pertemuan tersebut begitu akrab. Bahkan larangan memotret  yang sebenarnya menjadi syarat dalam pertemuan tersebut menjadi longgar. Di penghujung pertemuan mereka mengabadikan momentum bersejarah tersebut dengan sesi pemotretan. Tampak sekali keakraban kedua putri pada sesi itu, mereka seakan adalah dua saudari yang lama tak bersua. Kedua sosok perempuan itu memang mencerminkan sosok biologis sekaligus ideologis dari dua pemimpin besar  revolusi dunia, Soekarno dan Imam Khomeini.

Dalam pertemuan itu ada sedikit pernyataan yang sulit dijawab tapi Bu Rachmawati mampu memberikan jawaban yang mencerminkan dirinya sebagai seorang ideologis yang menghayati pemikiran Bung Karno. Dr Zahra Mustafawi Khomeini  kepada Bu Rachmawati bertanya, "Bila dihitung secara matematika (prosentase), sejauh apa keberhasilan bapak Anda, Soekarno? Bu Rachmawati menjawab, hanya sebatas Indonesia merdeka. "Itulah yang disesalkan," kata Bu Rachmawati.

Dalam menjelaskan pertanyaan di atas, Bu Rachmawati menyampaikan poin yang menarik. Beliau mengatakan, memang secara ideologi, Soekarno bisa dikatakan sukses besar. Pancasila sebagai landasan ideologi dan UUD sebagai konstitusi negara ini masih terus bertahan hingga sekarang. Itu bukti kesuksesan Soekarno. Tapi yang jadi  masalah menurut Bu Rachmawati, adalah implementasi Pancasila dan konstitusi yang digagas Soekarno. Hingga saat ini, bisa dikatakan nol besar secara implementasi.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Negara Hukum Itu Hebat

Negara Hukum Itu Hebat

SABTU, 13 OKTOBER 2018

Reaktualisasi Nilai-Nilai Antikorupsi Melalui Upaya Preventif
<i>Dear Haters, Stop Cyberbullying, Please!</i>
HILMI-FPI: Palu Mencekam

HILMI-FPI: Palu Mencekam

SABTU, 06 OKTOBER 2018

Prabowo Pemimpin Sejati

Prabowo Pemimpin Sejati

KAMIS, 04 OKTOBER 2018

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00