Verified
Hanura

Menyambut Pilkada Para Orang Tua Di Kota Padang

Suara Publik  MINGGU, 10 DESEMBER 2017 , 06:36:00 WIB

SAYA menduga Pilkada kota Padang kali ini akan kembali kehilangan semburan spirit dari darah muda, baik dari segi umur peserta Pilkada maupun isi bacotnya. Karena dari proyeksi yang ada, kandidat yang muncul sudah hampir pasti adalah tokoh-tokoh yang itu-itu saja.  

Perseteruan paling keras bakal terjadi antara petahana 01 (Mahyeldi - Walikota Padang saat ini)  dan petahana 02 (Emzalmi-Wakil Walikota saat ini), yang keduanya sudah tak bisa lagi dibilang muda. Bahkan isi bacot dan isi kepalanya sekalipun,  sangat jauh dari muda. Calon Wakil dari kedua seteru tersebut pun sudah hampir memasuki kategori itu. Hendri Septa yang digadang-gadang sebagai figur muda, nyatanya akan berumur sekira 40 tahun saat Pilkada 2018 diadakan.  Dan dipastikan,  umur Destri Ayunda bertengger di atas itu.

Terkait soal istilah muda, saya membatasi diri pada peristilahan milenial,  yang lahir di kisaran tahun 1980-2000 dan generasi setelahnya. Artinya, rentang umurnya sekitar 19-38 tahun saat Pilkada 2018 diadakan. Dan jika diperluas ke ranah pemilih, maka generasi Z akan terinklusi pula kepada pemilih pemula yang masuk kategori anak muda. Rerata secara nasional, pemilih muda (Y dan Z)  diperkirakan berjumlah 55 persen total pemilih (Data SMRC).  Sementara data BPS, khusus pemilih milenial saja sampai tahun 2017 sudah tercatat sekira 86 juta pemilih alias sekitar 48 persen dari total pemilih nasional (minus generasi Z).

Saya kira, untuk Kota Padang angkanya tak akan terlalu jauh berbeda. Pemilih milenial dan generasi Z akan bertengger di level 50 persen lebih.  Nah,  oleh karena itulah tulisan ini akhirnya saya tulis. Kita pasti sepakat, angka tersebut bukan lah angka kecil. Lebih dari 50 persen pemilih muda bukan lah angka yang bisa dinafikan begitu saja. Jika dihadapkan dengan tingkat partisipasi politik pada Pilkada terdahulu, angka tersebut justru hampir sama.  Dan apalagi untuk konteks Kota Padang yang memang sedari dulu banyak melahirkan pemuda-pemuda kritis plus melek politik. Lantas bagaimana jika generasi ini tak terwakili di dalam Pilkada?

Apakah absennya tokoh muda juga turut menjadi penyumbang ambruknya angka tingkat partisipasi pada Pilkada yang lalu yang hanya tercatat sekira 51 persenan? Boleh jadi demikian.  Konon,  angka 49 persen yang absen di bilik suara ketika itu adalah anak muda sebagai mayoritasnya. Sekalipun itu baru sebatas asumsi,  tapi saya cukup yakin tidak akan terlalu jauh melenceng dari kenyataannya. Apalagi, kita baru berbicara tentang umur. Jadi dalam konteks tersebut,  hampir pasti generasi muda sebagaimana saya merujuk kategori generasional di atas,  praksis tak berwakili di dalam kontestasi mendatang. Karena baik Petahana 01  dengan (calon)  wakilnya,  pun petahana 02 beserta sekondannya (yang juga bukan wajah baru),  sudah bukan anggota kategori generasi Y, apalagi Z.

Kemudian soal isu dan track record perjuangan. Keempat peserta potensial tersebut tak pula banyak terkait dengan isu anak muda millenial. Keduanya sama-sama di-lead oleh petahana yang pernah "sakasua sapatiduaan (sekasur setempat tidur) " dalam kinerja dan perjuangan. Sehingga saya menduga, barang siapa pun yang kemudian akan bertahta, romansa politiknya tidak akan jauh berbeda dengan yang ada sekarang dan sense of policy-nya pun demikian.  Padang masih akan dimarwahi oleh zeitgeist ekonomi politik yang tak jauh berbeda dibanding periode sebelumnya.  Padang masih akan disuguhi model pencitraan kebijakan yang sama, gaya kepemimpinan yang sama pula, yakni memakan sekenyang-kenyangnya liur-liur kekaguman masyarakat dari hasil kebijakan yang tak seberapa.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Negara Hukum Itu Hebat

Negara Hukum Itu Hebat

SABTU, 13 OKTOBER 2018

Reaktualisasi Nilai-Nilai Antikorupsi Melalui Upaya Preventif
<i>Dear Haters, Stop Cyberbullying, Please!</i>
HILMI-FPI: Palu Mencekam

HILMI-FPI: Palu Mencekam

SABTU, 06 OKTOBER 2018

Prabowo Pemimpin Sejati

Prabowo Pemimpin Sejati

KAMIS, 04 OKTOBER 2018

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

Dikunjungi Karo Penmas Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00