Kesal Dengan LSI Denny JA, Fahri: Provokator Beneran Saja, Jangan Bilang Surveyor

Laporan: Dede Zaki Mubarok | Selasa, 26 Maret 2019, 10:52 WIB
Kesal Dengan LSI Denny JA, Fahri: Provokator Beneran Saja, Jangan Bilang Surveyor

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/RMOL

RMOL. Lembaga survei yang mengaku independen harus direformasi ke depannya, seperti harus terbuka jika memang dibiayai oleh salah satu kandidat.

Usul tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/3), menanggapi pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan lembaga survei banyak yang bohong dan dibayar.

"Memang banyak lembaga survei yang salah," kata inisiator Gerakan Arah Baru Indonesias (GARBI) itu seraya menyarankan agar sebaiknya pemilik lembaga survei mengumumkan bahwa dia bukan lembaga survei independen, tetapi lembaga survei yang bekerja untuk kandidat.

Anggota DPR dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu bahkan mengaku pernah melakukan penelitian. Kemudian, beberapa lembaga survei memang memiliki asosiasi yang menaungi lembaga tersebut.

"Saya menduga, data hasil survei itu digunakan oleh lembaga-lembaga tersebut yang bernaung dalam sebuah asosiasi. Sehingga perbedaan hasil survei antara lembaga satu dengan lainnya tak jauh berbeda," bebebernya.

Oleh karena itu, Fahri menyarankan lembaga-lembaga survei tersebut memerlukan semacam Undang-undang (UU) untuk mengatur pekerjaannya agar lebih bertanggung jawab dan tidak menjadi partisan partai maupun paslon.

"Kalau mau partisan, diumumkan bahwa dia partisan. Jangan kemudian atas nama sains dan ilmu pengetahuan ternyata dia partisan," jelasnya.

Fahri juga menyebutkan, kritik capres nomor urut 02 itu merupakan bagian dari misinya, yaitu untuk mengatur lembaga-lembaga survei yang ada di Indonesia.

"Sebetulnya untuk menyelenggarakan satu proses pemilihan yang lebih fair, dengan cara mengatur lembaga survei," kata dia yang juga mengaku kesal dengan dengan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan pemilih Prabowo kabanyakan radikal.

Bahkan dia menduga LSI mendiskreditkan Prabowo dengan melakukan propaganda melalui hasil surveinya. Makanya wajar jika dirinya mempertanyakan alasan LSI membuat survei tersebut.

"Nah itu yang saya bilang. Jadi atur moralnya, atur etiknya, atur juga regulasinya supaya jangan gitu. Dia niatnya memang nyerang. Ya terang saja masyarakat kan terbelah," jelas Fahri.

Apalagi, tambah Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu, jika opini pemilih Prabowo radikal terus dikembangkan. Dia khawatir masyarakat banyak yang ketakutan.

"Itu bukan kerjaan ilmuwan itu, pekerjaannya provokator. Ya makanya kalau mau jadi provokator, provokator beneran. Jangan bilang surveyor, karena itu enggak independen," tutupnya. []

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Besok, Ketua DPR RI Nyoblos Di Purbalingga

Besok, Ketua DPR RI Nyoblos Di..

Selasa, 16 April 2019
Caleg Tidak Perlu Ngotot Dan Menghalalkan Segala Cara Memenangkan Pemilu

Caleg Tidak Perlu Ngotot Dan M..

Selasa, 16 April 2019
KPU Dan Bawaslu Harus Tetap Siaga Di Masa Tenang

KPU Dan Bawaslu Harus Tetap Si..

Senin, 15 April 2019
Menristekdikti Apresiasi Kampus Yang Dibangun Bambang Soesatyo

Menristekdikti Apresiasi Kampu..

Jumat, 12 April 2019
Ketua DPR Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Universitas Perwira Purbalingga

Ketua DPR Letakkan Batu Pertam..

Jumat, 12 April 2019
Pengguna Aplikasi <i>DPR Now!</i> Terus Meningkat Signifikan

Pengguna Aplikasi DPR Now! Ter..

Kamis, 04 April 2019
Open Parliament, Menghadirkan DPR Dalam Genggaman Tangan

Open Parliament, Menghadirkan ..

Kamis, 04 April 2019
Pengguna Aplikasi DPR Now<i>!</i> Terus Meningkat Signifikan

Pengguna Aplikasi DPR Now! Ter..

Rabu, 03 April 2019
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)