Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

PKS Nilai RUU Penghapusan Kejahatan Seksual Lebih Urgent

DPR RI / MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 06:57:00

LAPORAN: WIDYA VICTORIA

PKS Nilai RUU Penghapusan Kejahatan Seksual Lebih <i>Urgent</i>

Mardani Ali Sera/Net

RMOL. Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan berbagai kalangan umat Islam minta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)
PA 212 menyampaikan pesan tersebut kepada Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS, Mardani Ali Sera dalam kesempatan pertemuan di Dewan Da’wah Islamiyah Pusat Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (9/2).

InsyaAllah ibu-ibu, PKS secara tegas menolak draf RUU P-KS," tegas Mardani.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga menyebutkan beberapa alasan menolak RUU PKS.

"Kami Partai Islam yang akan selalu memperjuangkan dan mendukung undang-undang yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan sesuai norma-norma agama, jadi kami tegaskan menolak RUU ini," kata Mardani.

Namun lebih lanjut kata dia, PKS lebih mendukung adanya RUU Penghapusan Kejahatan Seksual bukan Penghapusan Kekerasan Seksual.

"PKS menganggap saat ini di Indonesia lebih memenuhi kriteria darurat kejahatan seksual di masyarakat, sehingga UU anti kejahatan seksual lebih urgent,” terang pria Betawi tersebut.

Lebih jauh legislator asal Dapil Jakarta Timur tersebut menjelaskan, betapa daruratnya kejahatan seksual saat ini, terutama di era informasi dan bebas seperti sekarang. PKS ingin fokus RUU tidak melebar ke isu-isu di luar kejahatan seksual.

"Sehingga fokus hanya pada tindak kejahatan seksual, yaitu pemerkosaan, penyiksaan seksual, penyimpangan perilaku seksual, pelibatan anak dalam tindakan seksual dan inses," urainya.

Mardani berharap semakin banyak partai yang bersama PKS menolak UU yang tidak mencerminkan nilai Pancasila dan agama. [wid]

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)