Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Jadi Tonggak Demokrasi, Parlemen Wajib Dikuatkan

Laporan: Hendry Ginting | Rabu, 05 Desember 2018, 13:59 WIB
Jadi Tonggak Demokrasi, Parlemen Wajib Dikuatkan

Fahri Hamzah/Net

Lembaga parlemen merupakan tonggak demokrasi, yang menguatkan sistem check and balances. Atas alasan itu, penguatan parlemen merupakan hal yang wajib dan penting dilakukan.

Begitu kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menanggapi upaya DPR mewujudkan parlemen modern.

"Karena sekarang ini kan, kita ribut-ribut terus akibat tidak kuatnya sistem check and balances-nya yang nggak kuat. Sehingga orang perlu membuat lembaga lain untuk mengontrol pemerintah. Lembaga-lembaga semi negara atau lembaga sampir negara,"  katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Ketua Tim Implementasi Reformasi DPR itu menegaskan, jika DPR kuat serta didukung oleh peralatan dan sistem pendukungnya kuat, maka diyakini lembaga negara bisa lebih disederhanakan.

"Nah, itu yang mau kita capai. Tapi sekali lagi, kalau semau itu selesai, perlu ada leadership. Karena leadership-nya selama ini memang masih di eksekutif, dalam hal ini presiden," ujarnya.

Alasannya, menurut politisi dari PKS itu, peran dari presiden sebagai kepala negara di negara ini kuat sekali. Seorang presiden bisa mengontrol banyak hal termasuk di lembaga DPR.

"Bahkan kadang-kadang eksekutif atau presiden, lebih berpengaruh dari pada anggota atau pimpinan DPR sendiri. Kenapa? Karena sistem kita presidensial yang masih sangat kuat," pungkasnya. [ian]

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)