Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Sukses Sulap Rawa Jadi Sawah, Indonesia Bakal Bebas Paceklik

DPR RI / JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 05:29:00

Sukses Sulap Rawa Jadi Sawah, Indonesia Bakal Bebas Paceklik

Bamsoet/Net

RMOL. Langkah pemerintah menyulap rawa menjadi lahan pertanian produktif membuat Ketua DPR Bambang Soesatyo kagum. Bagi Bamsoet, sapaan Bambang, langkah tersebut merupakan terobosan jenius pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Bamsoet menyaksikan sendiri kondisi rawa yang sudah disulap menjadi lahan produktif pada puncak peringatan Hari Pangan Se-Dunia (HPS) ke-38 di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10).

Bamsoet hadir di lokasi bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Anggota Komisi XI DPR Ahmadi Noor Supit, perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) di Indonesia Steven Rugards, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Aster Kasad Mayjen (TNI) Supartodi, serta Dubes sejumlah negara tetangga.

"Ini membuktikan kehadiran negara yang secara sistematis mengakui, menghormati, dan memenuhi hak atas pangan bagi warganya. Pemerintahan Presiden Jokowi sudah mulai mengalihkan pendekatan dari ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan," ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN ini menegaskan, persoalan pangan tidak bisa dianggap sepele. Seiring besarnya pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia, pemenuhan kebutuhan pangan kerap menjadi masalah akibat ketersediaannya yang belum mencukupi.

"Peringatan HPS ini harus kita jadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan masyarakat dalam mengatasi masalah kekurangan pangan dan gizi. Sekaligus, untuk mendorong terciptanya sistem pangan global yang efektif," kata Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini optimistis, program pencontohan rawa dijadikan lahan pertanian produktif oleh Kementerian Pertanian (Kementan) ini akan berhasil.

Di atas lahan seluas 4.000 hektare, yang 750 ribu di antaranya sudah ditanami padi, akan bisa menopang stok beras nasional di masa paceklik yang biasa terjadi pada November sampai Januari.

"Program ini akan mampu merangsang berbagai daerah lain di luar pulau Jawa untuk mengembangkan lahan pertanian. Lahan rawa lebak dan pasang surut yang selama ini tidak bisa dibuat apa-apa, kini bisa menjadi lahan yang produktif. Dengan demikian, bisa meningkatkan nilai ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat. Kita pun tidak lagi hanya bergantung pada lahan pertanian pulau Jawa," tandasnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, potensi lahan rawa sangat besar. Jika dimanfaatkan dengan baik, dapat menyumbang puluhan juta ton pangan dalam negeri. Hasil pemetaan Litbang Kementan, luas rawa di Indonesia mencapai 34,1 juta hektar. Tersebar di 18 provinsi dan 300 kabupaten.

“Dari jumlah tersebut, potensi untuk pengembangan pertanian seluas 21,82 juta hektar atau 64 persen. Apabila digarap 10 juta hektar saja, ditanam minimal dua kali setahun, dengan produktivitas 6 ton per hektar, akan menghasilkan padi 120 juta ton. Itu setara 60 juta ton beras. Beras kita surplus, bahkan bisa memasok kebutuhan dunia,” jelasnya.

Dalam peringatan HPS tahun ini, Amran memang fokus pada terobosan mengubah rawa menjadi lahan produktif. Tema HPS yang diangkat pun adalah "Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045". [ian]

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)