Demi Kemerdekaan Palestina, Indonesia Tidak Gentar Hadapi AS

Laporan: Ujang Sunda | Kamis, 18 Oktober 2018, 04:22 WIB
Demi Kemerdekaan Palestina, Indonesia Tidak Gentar Hadapi AS

Bambang Soesatyo/Net

RMOL. Indonesia akan terus berusaha memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Indonesia tidak akan mundur dari perjuangan itu, sekalipun harus berhadapan dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menerima Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki, di Gedung Nusantara III, Kompleks Perlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10).

Riad datang ditemani Directorate General of The State of Palestine Mazen Shamiya, dan Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun. Sedangkan Bambang ditemani Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha.

Ketua Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri ini menegaskan, dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak akan surut. Dukungan akan selalu kuat. Dukungan itu telah dilakukan sejak puluhan tahun silam, termasuk melalui Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, dan akan terus dilanjutkan.

Saat ini, Indonesia telah terpilih sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019 hingga 2020. Posisi ini akan digunakan Indonesia untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.

"Kami tak akan gentar berhadapan dengan negara adikuasa seperti Amerika, yang memiliki hak veto di PBB. Maupun dengan sekutu Israel lainnya. Melalui keanggotaan tersebut, Indonesia akan pastikan bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina terus digelorakan dalam forum PBB,” tegas Bamsoet, sapaan Bambang.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, sejalan dengan fungsi diplomasi parlemen, DPR dan parlemen Palestina sudah membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) sehingga dapat memperkuat hubungan persahabatan kedua negara.

Di berbagai forum seperti Inter Parliamentary Union (IPU); Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC); Meksiko, Indonesia, Korea, Turki, Australia (MIKTA); dan ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), DPR selalu mengajak parlemen negara lain ikut serta mendesak Israel menghentikan tindakan kejahatan kemanusiaan terhadap bangsa Palestina.

"Di berbagai forum parlemen tersebut, DPR mengecam keras penembakan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina yang sedang melakukan demontrasi di Gaza. DPR juga menolak dan menentang keras pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. DPR menentang pula perluasan pemukiman dan pembatasan akses di kompleks Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh Israel," jelas Bamsoet. [ian]

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Ketua DPR: Semua Pihak Harus Menghormati Hasil Pemilu

Ketua DPR: Semua Pihak Harus M..

Kamis, 18 April 2019
Besok, Ketua DPR RI Nyoblos Di Purbalingga

Besok, Ketua DPR RI Nyoblos Di..

Selasa, 16 April 2019
Caleg Tidak Perlu Ngotot Dan Menghalalkan Segala Cara Memenangkan Pemilu

Caleg Tidak Perlu Ngotot Dan M..

Selasa, 16 April 2019
KPU Dan Bawaslu Harus Tetap Siaga Di Masa Tenang

KPU Dan Bawaslu Harus Tetap Si..

Senin, 15 April 2019
Menristekdikti Apresiasi Kampus Yang Dibangun Bambang Soesatyo

Menristekdikti Apresiasi Kampu..

Jumat, 12 April 2019
Ketua DPR Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Universitas Perwira Purbalingga

Ketua DPR Letakkan Batu Pertam..

Jumat, 12 April 2019
Pengguna Aplikasi <i>DPR Now!</i> Terus Meningkat Signifikan

Pengguna Aplikasi DPR Now! Ter..

Kamis, 04 April 2019
Open Parliament, Menghadirkan DPR Dalam Genggaman Tangan

Open Parliament, Menghadirkan ..

Kamis, 04 April 2019
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)