Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Delegasi DPR Dorong UMKM Mengakses Pasar Global Di PCWTO Jenewa

DPR RI / MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 12:05:00

Delegasi DPR Dorong UMKM Mengakses Pasar Global Di PCWTO Jenewa

Fadel Muhammad, Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Jon Erizal/Humas DPR

RMOL. Badan Kejasama Antar Parlemen (BKSAP) menyambut baik KTM WTO ke-11 di Buenos Aires, Argentina yang berhasil menyepakati keputusan mengenai Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies).
"Keputusan itu sendiri dinilai sebagai langkah maju dalam upaya multilateral untuk menindaklanjuti target ke-14 dari Sustainable Development Goals (SDGs), mengenai pembentukan disiplin pemberian subsidi perikanan yang diharapkan dapat disepakati pada Konferensi Tingkat Menteri ke-12 pada tahun 2019," kata Wakil Ketua BKSAP, Fadel Muhammad di Jenewa.

Fadel di Jenewa memimpin delegasi RI, yang menyertakan dua anggota BKSAP, Agustina Wilujeng Pramestuti (Fraksi PDI Perjuangan) dan Jon Erizal (Fraksi Partai Amanat Nasional) untuk menghadiri pertemuan Steering Committee of the Parliamentary Conference on the WTO (SC PCWTO) ke-42 yang digelar selama dua hari, 4-5 Oktober 2018.

Fadel melanjutkan, dalam konteks ini, negara-negara diharapkan dapat bekerjasama untuk melarang segala bentuk subsidi perikanan yang mengakibatkan kelebihan kapasitas (overcapacity) dan penangkapan ikan berlebihan (overfishing) dan Illegal, Unregulated and Unreported (IUU Fishing).

Selain itu, Fadel juga menyampaikan pentingnya upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat memanfaatkan kegiatan perdagangan internasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM.

"UMKM perlu terus dibantu agar kelompok usaha ini dapat mengakses pasar global, di  antaranya melalui pengurangan biaya ekspor dan impor," ujar mantan gubernur Gorontalo tersebut.

Mengenai draft proposal untuk meningkatkan kinerja PCWTO, Fadel dkk menyoroti pentingnya sinergi yang erat antara PCWTO dan WTO. Sehingga tercipta saling dukung dan komunikasi yang intensif pada pembahasan isu perdagangan internasional di kedua lembaga tersebut.

Melalui komunikasi, menurut Fadel, anggota parlemen akan mengetahui secara persis isu-isu dan tantangan yang sedang dihadapi oleh WTO saat ini.

"Dengan demikian, para anggota parlemen dapat berkontribusi secara positif untuk memberikan masukan mengenai isu perdagangan internasional kepada mitra eksekutifnya di negara masing-masing," terang politisi Golkar ini.
Lebih lanjut delegasi DPR berhasil meyakinkan dalam pertemuan SC PWTO bulan Desember 2018 nanti, mengenai pentingnya pembahasan isu teknologi yang dinilai dapat memfasilitasi pencapaian SDGs melalui agenda perdagangan 2030. Selain itu juga diusulkan agar Wakil Tetap/Duta Besar Indonesia untuk WTO menjadi salah satu pembicaranya.
Fadel menggarisbawahi bahwa peran penting Indonesia di WTO selama ini, dan dukungan kuat terhadap sistem perdagangan multilateral merupakan salah satu pertimbangannya. Diharapkan, Indonesia dapat berkontribusi dalam meredakan ketegangan (perang dagang) yang meningkat baru-baru ini.

Pada akhir pertemuan, delegasi DPR menegaskan pandangannya mengenai perlunya perdagangan yang lebih terbuka, kerjasama internasional yang lebih baik, dan perjanjian perdagangan yang lebih konsisten dengan semangat WTO.[wid/***]



Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)