Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

DPR Siap Bantu Parlemen Malaysia Lakukan Reformasi

DPR RI / KAMIS, 04 OKTOBER 2018 , 23:37:00

DPR Siap Bantu Parlemen Malaysia Lakukan Reformasi

Ketua DPR/Net

RMOL. DPR siap membantu dan berbagi pengalaman dengan Parlemen Malaysia, yang ingin menjalankan reformasi di negaranya. DPR pun bangga, sebagai salah satu negara demokrasi terbesar dunia, telah menjadi rujukan bagi berbagai negara dalam mewujudkan check and balances terhadap Pemerintah.
Kesiapan ini disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo saat bertemu Ketua Parlemen Malaysia Dato Mohamad Ariff MD Yusof, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10).

Ariff datang ditemani beberapa anggota Parlemen Malaysia. Di antaranya Nga Kor Ming (Wakil Ketua), Hassan Abdul Karim (Anggota), Dato Sri Haji Ismail Mohamed Said (Anggota), Zamshari Shaharan (Anggota), dan Datuk Roosme Hamzah (Sekretaris). Bambang menyambut mereka bersama Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR), Dave Laksono (Anggota Fraksi Partai Golkar), dan Hasrul Azwar (Anggota Fraksi PPP).

“Kedatangan Parlemen Malaysia salah satunya ingin memelajari sistem Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan yang ada di DPR. Mereka memandang sistem yang sudah dijalankan DPR sangat baik dan bisa dijadikan rujukan di parlemen mereka. Saya juga sampaikan, sebetulnya tak perlu jauh-jauh datang ke DPR. Cukup instal aplikasi DPRNow! di ponsel sudah bisa melihat berbagai kegiatan kedewanan maupun sidang di DPR,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang, di hadapan Ariff Cs.

Bamsoet lalu menggunakan pertemuan itu untuk menyampaikan harapan agar Parlemen Malaysia mendorong pemerintahnya mempercepat pembahasan MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran dengan Indonesia.

Pembahasan tersebut merupakan bagian dari berbagai pembahasan penting yang dibicarakan dalam kunjungan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohammad saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, 29 Juni lalu.

“Demi kebaikan dan persaudaraan kedua negara, MoU tersebut harus diselesaikan secepat mungkin. Sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia perlu terus mempertahankan hubungan bilateral yang selama ini telah berjalan baik. DPR juga mendukung upaya yang dilakukan pemerintah kedua negara dalam meningkatkan hubungan bilateral, termasuk penguatan kerja sama dalam kerangka diplomasi parliament to parliament dan people to people," paparnya.

Tak lupa, dia juga bicara mengenai masalah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, yang selama ini sering menjadi hal sensitif.

Dia memandang, kedua negara perlu meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi mengenai perbatasan untuk menghindari perkembangan isu ke arah yang tidak diinginkan.

“Indonesia dan Malaysia telah sepakat melakukan survei dalam pengumpulan data dan penelitian untuk menyelesaikan masalah perbatasan. Kami berharap, parlemen kedua negara dapat mendorong masalah ini segera terselesaikan dan tidak ada pihak yang dirugikan," papar Bamsoet.

Selanjutnya, Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini berbicara mengenai sawit. Kata dia, Indonesia dan Malaysia mengalami permasalahan sama dalam menghadapi kampanye hitam terhadap produk minyak sawit yang dilancarkan Uni Eropa.

“Kita perlu terus memberi dukungan kuat kepada Pemerintah masing-masing agar selalu seiring sejalan dalam menghadapi berbagai isu internasional, terutama kampanye negatif produk minyak kelapa sawit asal Asia oleh negara-negara Eropa. Dengan bekerja sama, kita dapat mengatasi permasalahan ini dengan baik,” pungkasnya. [jto]


Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)