Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Ketua DPR Minta Pemerintah Ganti Alat Pendeteksi Tsunami Yang Rusak

DPR RI / SELASA, 02 OKTOBER 2018 , 00:21:00

Ketua DPR Minta Pemerintah Ganti Alat Pendeteksi Tsunami Yang Rusak

Bambang Soesatyo/RMOL

RMOL. Indonesia sudah tidak lagi memiliki alat pendeteksi gelombang pasang dan tsunami atau buoy. Pasalnya, 22 buoy yang tersebar di seluruh perairan Indonesia sudah tidak berfungsi karena mengalami kerusakan total.
Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan kerusakan buoy sudah terjadi sejak tahun 2012.

Buoy merupakan sistem pelampung yang diletakkan di tengah laut untuk mendeteksi gelombang pasang dan tsunami. Buoy merupakan salah satu opsi teknologi pendeteksi dini tercepat atas peluang terjadinya tsunami di wilayah Indonesia.

Lantaran itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera mengadakan kembali alat yang baru untuk mengganti buoy yang rusak.

"Pemasangan kembali buoy di seluruh perairan Indonesia sangatlah mendesak. Terutama, di daerah yang sering terjadi gelombang besar ataupun daerah rawan tsunami," kata Bamsoet, sapaannya, Senin (1/10).  
Bamsoet juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk tetap memanfaatkan modelling tsunami yang berfungsi memberikan informasi peringatan dini (early warning) tsunami.

"Modelling tsunami ini berguna dalam mendukung BNPB agar dapat memberikan rasa aman dan waspada kepada masyarakat terhadap ancaman tsunami," ujarnya.

Ditambahkan Bamsoet, melalui Badan Anggaran (Banggar), DPR RI akan memberikan dukungan kepada BNPB dan BPPT dalam penyusunan anggaran.

"Baik untuk pengadaan buoy maupun anggaran pendanaan bencana yang tentunya sangat berpengaruh terhadap upaya mitigasi bencana," demikian Bamsoet. [lov]



 

Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)