Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Kebun Raya Lemor Simpan Flora Endemik

DPR RI / JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 19:08:00

Kebun Raya Lemor Simpan Flora Endemik

Foto/DPR RI

RMOL. Kebun Raya (KR) Lemor di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menyimpan spesies flora endemik khas kawasan Sunda Kecil. Kekayaan tumbuhan endemik dikonservasi dengan baik oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di KR Lemor.
KR Lemor menempati areal seluas 124,9 hektare dan dirilis pada 8 Agustus 2018. KR ini menambah jumlah KR di Indonesia yang berfungsi mengkonservasi keanekaragaman tanaman khas Indonesia. Di KR Lemor terdapat anggrek endemik Lombok bernama Vanda lombokensis dengan daun bunga berwarna putih kecoklatan. Bahkan juga menyimpan tanaman durian gundul yang juga khas Lombok.

Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengatakan, pihaknya mendukung keberadaan KR Lemor untuk melestarikan berbagai spesies, tidak saja flora tapi juga fauna endemik setempat.

"Kebun Raya Lemor sudah lama diciptakan oleh masyarakat Lombok Timur dan menjadi satu-satunya kebun raya di NTB. Komisi VII berkunjung ke sini untuk melihat dari dekat sejauhmana penyelesaian pembangunan kebun raya ini," jelasnya di sela Kunjungan Kerja Komisi VII ke KR Lemor, beberapa waktu lalu.

Menurut Kurtubi, manfaat KR sangat jelas untuk jangka panjang yaitu kelestarian lingkungan, arena bermain anak-anak, dan sebagai tempat menimba pengetahuan flora fauna.

"Anggrek Vanda kita minta dikembangbiakkan dan disebarkan. Untuk infrastruktur kami coba perjuangkan lewat parlemen ke pemerintah pusat agar Kementerian PUPR menganggarkan infrastruktur untuk kebutuhan sebuah kebun raya," jelasnya.

Politisi Partai Nasdem itu juga segera menyumbangkan sepeda motor roda tiga sebagai pengangkut sampah yang masih kurang tersedia. Bahkan juga akan membantu merealisasikan sumur bor untuk KR Lemor.

Sebelumnya, otoritas KR Lemor menyampaikan, sebagai taman koservasi saat ini Lemor membutuhkan sumur bor dan infrastruktur jalan untuk menunjang pemeliharaan dan akses masuk. [wah]


Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)