Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Papua Siap Jadi Tuan Rumah PON 2020

DPR RI / JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 15:41:00

Papua Siap Jadi Tuan Rumah PON 2020

Foto/DPR RI

RMOL. Anggota Komisi V DPR RI Henky Kurniadi menilai Provinsi Papua sudah siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX pada 2020 mendatang.
Menurutnya, sejumlah persiapan telah mulai dilakukan, terutama aspek infrastruktur dan akses menuju lokasi.

Demikian disampaikannya usai meninjau sejumlah pembangunan sarana dan prasarana PON, diantaranya Stadion Istora Papua Bangkit dan Jembatan Holtekamp di Jayapura dalam kunjungan kerja Komisi V baru-baru ini.

"Saya kira Papua sudah siap, dari sisi desain dan konstruksi sangat luar biasa. Stadion ini akan menjadi salah satu terindah di Indonesia, karena dikelilingi perbukitan yang luar biasa. Tidak ada lingkungan secantik Jayapura ini," jelas Henky.

Agar bisa memastikan kelancaran saat menjadi tuan rumah pesta olah raga empat tahunan tersebut, dia juga mengingatkan pemerintah setempat memperhatikan tata letak sejumlah sarana dan prasarana venue serta menerapkan strategi kanalisasi.

"Layout sangat penting. Jangan sampai uang triliunan rupiah untuk pembangunan tetapi perencanaannya kurang matang dan menjadi masalah di kemudian hari," kata politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan.

Sistem kanalisasi, lanjut Henky, nantinya dapat mencegah timbulnya kemacetan di sekitar venue.
"Perlu diingat stakeholder olah raga bukan hanya atlet tetapi juga penonton. Ketika ada event besar yang datang berbondong-bondong adalah penonton, sehingga harus ada kanalisasi, seperti kafe-kafe untuk rileks," ujarnya.

Anggota Komisi V Rahmat Nasution Hamka mengaku optimis tahap pembangunan infrastruktur penunjang PON 2020 seperti Jembatan Holtekamp akan rampung sesuai waktu yang ditargetkan. Mengingat, beberapa sarana pendukung PON masih terkendala pembebasan lahan.

"Dengan adanya Inpres 10/2017 tentang Dukungan Penyelenggaraan PON di Papua, saya berharap masyarakat setempat mendukung, sehingga pengerjaan berjalan lancar. Kita harap masalah pembebasan lahan ini cepat selesai, jangan sampai status kawasan menjadi penghambat," ungkap politisi PDIP tersebut.

Rahmat menambahkan, selain memperlancar konektivitas, Jembatan Holtekamp yang menghubungkan Kota Jayapura dengan distrik Muara Tami sebagai tempat pembangunan Wisma Atlet ini akan mendorong pengembangan di kawasan perbatasan Skouw.
 
"Kita berharap pintu masuk PNG-Papua ini menjadi spot wisata air dan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga pembangunan di Papua tidak hanya sekedar fisik tetapi memberikan multiplier effect bagi masyarakat lokal," tutupnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sementara membangun beberapa venue PON XX di dua lokasi yakni Harapan dan Doyo Baru. Venue Aquatik dan Istora Papua Bangkit di Kampung Harapan, sementara Lapangan Kriket dan Lapangan Hoki Indoor dan Outdoor di Doyo Baru. Ditargetkan empat venue itu rampung pada Maret 2020. [wah] 


Komentar Pembaca
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)