Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Industri Banyak Tutup, Kebutuhan Energi Batam Harus Dihitung Ulang

Laporan: Widian Vebriyanto | Selasa, 08 Mei 2018, 10:58 WIB
Industri Banyak Tutup, Kebutuhan Energi Batam Harus Dihitung Ulang

Herman Khaeron/Net

Penurunan kebutuhan energi di Batam terjadi karena banyak pabrik atau industri yang sudah tutup. Salah satunya industri yang melakukan penutupan adalah docking atau perkapalan.

Begitu kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Provinsi Kepulauan Riau beberapa hari lalu.

“Khususnya di industri perkapalan ini memang menurun drastis untuk seluruh kebutuhan energi. Sebanyak 120.000 tenaga kerja sudah keluar dari Batam, sehingga sangat situasional dan harus dihitung ulang secara cermat bagaimana juga terhadap kebutuhan energi yang mempengaruhi terhadap nilai pendapatan korporasi,” ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/5).

Herman mengatakan PLN di Batam yang dulu tumbuh antara 7 sampai 8 persen, sekarang pertumbuhannya hanya 1,7 persen. Untuk gas di PGN yang biasa tumbuh mencapai 3 sampai 4 persen juga mengalami penurunan sekitar 1 sampai 2 persen.

Politisi Demokrat ini pun meminta agar perhitungan kebutuhan energi bisa dilakukan lebih tepat. Jangan sampai daerah yang secara linear terjadi penurunan, tetapi kuotanya dialokasikan sebesar kuota pada waktu kebutuhannya memuncak.

"Ini akan anomali dengan daerah lainnya yang betul-betul kekurangan. Tetapi di daerah ini permintaannya turun, malah kita berlebih pemenuhan terhadap energi di daerah-daerah terluar, terdepan, dan terpencil," tutupnya. [ian/***]

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)