Berita

Politik

Romi Masih Dapat Gaji Dari DPR

SENIN, 22 APRIL 2019 | 18:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekjen DPR, Indra Iskandar menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Dia diperiksa untuk tersangka politisi PPP Romahurmuziy alias Romi.

Indra menyebut bahwa penyidik KPK bertanya mengenai posisi Romi sebagai anggota Komisi XI DPR dan aturan keanggotaan dewan serta penghasilan bulanan Romi di DPR.

"Penyidik menanyakan soal status keanggotaan Pak Romi. Apakah benar keberadaannya di Komisi XI dan menyangkut aturan internal dewan seperti tata tertib dan kode etik dewan. Kemudian, menyangkut penghasilan resmi Pak Romi, baik yang bulanan maupun hal-hal lain yang dianggap sebagai penghasilan dewan," katanya di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Senin (22/4).

Indra juga menjelaskan, Romi belum keluar dari keanggotaannya di DPR. Sebab, belum ada kekuatan hukum tetap yang mengharuskan dia keluar dari jabatannya di Komisi XI DPR. Bahkan, Indra juga menyebut Romi masih menerima gaji pokok sebagai anggota DPR.

Pemberhentian anggota DPR, kata Indra, harus memenuhi satu dari ada empat syarat. Pertama karena dipanggil tuhan atau meninggal dunia. Kedua, karena yang bersangkutan menggundurkan diri.

“Kemudian, karena urusan negara terkena hukum inkrah. Dan keempat itu karena melanggar kode etik dewan. Jadi empat hal ini yang menjadi dasar pemberhentian anggota dewan," jelas Indra,” jelasnya.

"Jadi, tetap bahwa basis kami di Setjen DPR itu pemberian gaji atau penghasilan anggota basisnya adalah Keppres. Sejauh belum ada Keppres pemberhentian, untuk gaji pokoknya tetap akan diberikan," demikian Indra.

Populer

TNI Minta Warga Tak Perlu Takut Aksi 22 Mei

Senin, 20 Mei 2019 | 14:17

Putusan Bawaslu Indikasikan Persekongkolan Antara KPU, Lembaga Survei Dan Kontestan Pemilu

Jumat, 17 Mei 2019 | 06:38

Dokter Ani Hasibuan Dipolisikan, Keluarga Besar UI: Kegilaan Ini Harus Dihentikan!

Jumat, 17 Mei 2019 | 05:17

Ribuan Umat Islam Surabaya Bakal Turun Ke Jalan Tolak Kecurangan

Selasa, 14 Mei 2019 | 04:42

SBY: Sejarah Mencatat, Prabowo Seorang Yang Menghormati Hukum, Champion Of Democracy

Rabu, 22 Mei 2019 | 00:02

Data BPN: Prabowo-Sandi Menang 54,24 Persen

Selasa, 14 Mei 2019 | 17:26

Mobil Komando Bersiap Di Seberang Rumah Prabowo

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:32

UPDATE

Kasihan Ibu DMR Yang Sempat Dicurigai Teroris Bom Bunuh

Jumat, 24 Mei 2019 | 09:26

Polda Metro Jaya Panggil Amien Rais Jadi Saksi Makar Hari Ini

Jumat, 24 Mei 2019 | 09:19

HNW: MK Bukan Mahkamah Kalkulator

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:52

MWA UI Bentuk Panitia Penjaringan Kandidat Rektor

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:50

Pemilu Sudah Usai, Jangan Ada Lagi Statement Yang Tidak Menyejukkan

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:43

Program Kementan Mampu Tekan Inflasi dan Sejahterakan Petani

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:39

Sengketa Pemilu, Refly Harun Minta Hakim MK Jadi Negarawan Yang adil

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:50

Meski Beban Puncak Menurun, PLN Tetap Siapkan Posko Siaga Lebaran 24 Jam

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:31

Belasungkawa Dan Doa Tragedi 225

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:07

Dua Tahun Lebih Di Penjara Mesir, Jurnalis Al Jazeera Mahmoud Hussein Akhirnya Bebas

Jumat, 24 Mei 2019 | 06:47

Selengkapnya