Berita

Politik

Jaga Netralitas, KPU Harus Tetap Bekerja Profesional

SENIN, 22 APRIL 2019 | 17:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta agar tetap menjaga netralitas dan bekerja profesional. Saat ini KPU sedang disorot karena sedang merampungkan rekapitulasi Pemilu 2019.

Permintaan itu disuarakan pengunjuk rasa dari Aliansi Muslim Indonesia (AMI) di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Aksi mereka menyusul isu KPU disusupi kaki tangan kubu paslon 02. Di mana Komisioner KPU, Ilham Saputra ternyata kakak beradik dengan tim komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Yuda Aden.

"Terbongkarnya hubungan kakak adik Ilham Saputra komisioner KPU dan Yuga Aden timses BPN berdampak negatif terhadap KPU. Ini potensi kuat tak netral," kata koordinator lapangan AMI, Ahmad Husein.

Adanya hubungan keluarga atau sanak saudara dengan calon, peserta pemilu dan tim kampanye jelas melanggar peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) No. 2/2017 tentang Kode Etik dan Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.

"Dalam Pasal 8 huruf K berbunyi, 'menyatakan secara terbuka dalam rapat apabila memiliki hubungan keluarga atau sanak saudara dengan calon, peserta pemilu, dan tim kampanye'," ujar Ahmad Husein.

Dengan demikian pihaknya mendesak DKPP segera menindaklanjuti kabar kakak adik Ilham Saputra dan Yuga Aden. Sehingga KPU tidak dianggap memihak. Mengingat bila tidak segera ditindaklanjuti maka berpotensi memancing kegaduhan.

"Kita mendukung netralitas KPU agar bekerja profesional, awas penyusup. Bersihkan kaki tangan 02 yang menyusup di KPU," pungkas Ahmad Husein.

Beberapa hari lalu, Komisioner KPU Ilham Saputra menegaskan dirinya dan kakak kandungnya Yuga Aden bekerja secara profesional. Ilham juga menegaskan, soal hubungan keluarganya itu sudah disampaikan ke komisioner KPU yang lain.

Populer

TNI Minta Warga Tak Perlu Takut Aksi 22 Mei

Senin, 20 Mei 2019 | 14:17

Putusan Bawaslu Indikasikan Persekongkolan Antara KPU, Lembaga Survei Dan Kontestan Pemilu

Jumat, 17 Mei 2019 | 06:38

Dokter Ani Hasibuan Dipolisikan, Keluarga Besar UI: Kegilaan Ini Harus Dihentikan!

Jumat, 17 Mei 2019 | 05:17

SBY: Sejarah Mencatat, Prabowo Seorang Yang Menghormati Hukum, Champion Of Democracy

Rabu, 22 Mei 2019 | 00:02

Aneh, Ratusan Sepeda Motor Yang Terparkir Di Sekitar Sarinah Malah Dihancurkan

Kamis, 23 Mei 2019 | 01:41

Mobil Komando Bersiap Di Seberang Rumah Prabowo

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:32

Polisi Tangkap Provokator Di KS Tubun, Nangis Minta Ampun

Rabu, 22 Mei 2019 | 16:11

UPDATE

Golkar Jatim Urung Gugat Ke MK, Ini Sebabnya

Minggu, 26 Mei 2019 | 12:18

Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi, Istri: Resiko Perjuangan

Minggu, 26 Mei 2019 | 11:55

Ramai Kembali Pascarusuh

Minggu, 26 Mei 2019 | 11:38

Muhammad Amien Rais

Minggu, 26 Mei 2019 | 11:15

Dukung Pengembangan UMKM, Pemprov Jabar-Gojek Jalin Kerjasama Strategis

Minggu, 26 Mei 2019 | 10:57

Istri Mustofa Nahrawardaya: Banyak Sekali Polisi Hanya Sekadar Tangkap Bapak

Minggu, 26 Mei 2019 | 10:45

Usai Kerusuhan, Pedagang Tanah Abang Berdoa Ramai Di Sisa Menuju Lebaran

Minggu, 26 Mei 2019 | 10:16

Andi Arief: Cukup AHY, Kader PD Jangan Ikutan Mem-bully Prabowo Dan Sandi

Minggu, 26 Mei 2019 | 09:41

Warga Cirebon Protes Tindakan Represif Aparat Dalam Aksi 21-22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 | 09:23

Safari Ramadhan, Pangdam V/Brawijaya Datangi Panti Asuhan Tertua Di Surabaya

Minggu, 26 Mei 2019 | 08:54

Selengkapnya