Berita

Politik

Mahfud MD: Penggelembung Suara Bakal Hadapi Dua Pengadilan

MINGGU, 21 APRIL 2019 | 23:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para pelaku yang dengan sengaja menggelembungkan suara untuk kandidat tertentu harus berhadapan pada sanksi tegas.

Mereka akan disangka melanggar pasal 532 UU 7/2017 tentang Pemilu dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda hingga Rp 48 juta.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjelaskan bahwa ada dua pengadilan yang akan ditempuh jika ada pihak yang sengaja menyebabkan suara pemilih tak bernilai atau menyebabkan suara peserta pemilu bertambah atau berkurang.

“Pertama pengadilan pidana untuk menerapkan hukuman pidana bagi pelakunya,” terang Mahfud dalam akun Twitter pribadinya beberapa waktu lalu.

Sementara pengadilan kedua yang harus dijalani adalah pengadilan konstitusi di MK. Adapun tujuan dari pengadilan ini adalah untuk mengembalikan suara yang sudah digelembungkan atau dikurangi oleh pelaku tersebut.

“Untuk mengembalikan suaranya sesuai faktanya,” pungkasnya.

Adapun bunyi dari Pasal 532 UU Pemilu adalah setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan Suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta.

Populer

Lewat Surat Mendagri, THR Dan Gaji Ke-13 PNS Bakal Molor

Senin, 13 Mei 2019 | 20:12

TNI Minta Warga Tak Perlu Takut Aksi 22 Mei

Senin, 20 Mei 2019 | 14:17

Putusan Bawaslu Indikasikan Persekongkolan Antara KPU, Lembaga Survei Dan Kontestan Pemilu

Jumat, 17 Mei 2019 | 06:38

Ribuan Umat Islam Surabaya Bakal Turun Ke Jalan Tolak Kecurangan

Selasa, 14 Mei 2019 | 04:42

Dokter Ani Hasibuan Dipolisikan, Keluarga Besar UI: Kegilaan Ini Harus Dihentikan!

Jumat, 17 Mei 2019 | 05:17

SBY: Sejarah Mencatat, Prabowo Seorang Yang Menghormati Hukum, Champion Of Democracy

Rabu, 22 Mei 2019 | 00:02

Kivlan Zen Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Senin, 13 Mei 2019 | 10:46

UPDATE

Maksud Zulhas Ke Istana Minta Narasi Makar Dihentikan

Kamis, 23 Mei 2019 | 15:25

Pekan Depan, Dua Tersangka Suap Jabatan Di Kemenag Jalani Persidangan

Kamis, 23 Mei 2019 | 15:21

Satgas Yonmek 643/Wns Sumbang Bantuan Korban Longsor Sungkung Medeng

Kamis, 23 Mei 2019 | 15:13

Kunjungan Ke AS, Menteri ESDM Bahas Blok Corridor Dengan Conoco Phillips

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:59

Pasca Rusuh, Aktivitas Warga Petamburan Kembali Normal

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:57

Polri: Satu Korban Tewas Terindikasi Kena Peluru Tajam

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:53

Politisi Golkar Eka Sastra Ikut Digarap Untuk Kasus Suap Bowo

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:45

Gubernur Anies: Korban Meninggal Bertambah Jadi 8 Orang

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:37

Tim Advokasi Gerindra Telusuri Soal Mobil Ambulans Yang Berisi Batu

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:25

Total RS Pelni Terima 82 Korban Aksi Rusuh, Dua Meninggal

Kamis, 23 Mei 2019 | 14:15

Selengkapnya