Berita

Politik

KedaiKopi Mohon Maaf Hitung Cepat Pilpres Tidak Full 100 Persen

RABU, 17 APRIL 2019 | 22:32 WIB | LAPORAN: APRILIA RAHAPIT

Lembaga Survey KedaiKOPI memutuskan perhitungan cepat (quick count) Pemilu 2019 dihentikan.

"Mohon maaf mungkin kita tidak bisa menyelesaikannya malam ini, dan karena memang banyak kendala di lapangan," ujar Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto A. Wibowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu petang (17/4).

Kendala lapangan dimaksudnya seperti penghitungan suara ulang serta ada daerah yang dinilai rawan bagi numerator. Hal ini menjadi pertimbangan quick count KedaiKopi ditunda demi keselamatan.

"Jadi kami pull out beberapa numerator kami untuk pulang, sehingga kita tidak bisa menyelesaikan hari ini juga, mungkin ya, mudah-mudahan kalau ada berita yang lebih bagus kita bisa update sesegera mungkin," tuturnya.

"Ada Papua (daerah penarikan numerator), beberapa daerah Jawa Barat juga. Jawa Barat pelosok ya, bukan Jawa Barat yang pop," lanjutnya.

Hambatan lainnya surat suara yang tercampur sehingga para numerator diarahkan untuk meninggalkan TPS.

"Bukan kesalahan yang fatal, tapi bagi kita yang nggak bisa invest karena numerator sampai malam atau sampai besok pagi itu jadi problem besar bagi institusi kami," tuturnya.

Kunto tidak bisa memastikan kapan penghitungan bisa dilanjutkan kembali. Sebab, kendala serupa juga dialami beberapa lembaga survei lain yang terhenti di kisaran 85-90 persen.

"Bahkan LSI yang 90 persen juga nggak call (siapa yang menang) sampai sekarang, Kompas pun kalau nggak salah juga 85 persen. Memang secara statistik kan satu ke 50 itu gampang dari pada 50 ke 100, karena challenge-nya lebih berat. Ini problem lapangan, problem teknis," paparnya.

Sementara itu Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan bahwa saat ini konsentrasi penghitungan dialihkan pada suara Pemilihan Legislatif (Pileg).

"Sekarang tapi kita konsentrasi ke Pileg dulu, karena kan Pilegnya juga ditunggu quick count-nya, supaya dapat semua," tandasnya.

Populer

TNI Minta Warga Tak Perlu Takut Aksi 22 Mei

Senin, 20 Mei 2019 | 14:17

Putusan Bawaslu Indikasikan Persekongkolan Antara KPU, Lembaga Survei Dan Kontestan Pemilu

Jumat, 17 Mei 2019 | 06:38

Dokter Ani Hasibuan Dipolisikan, Keluarga Besar UI: Kegilaan Ini Harus Dihentikan!

Jumat, 17 Mei 2019 | 05:17

Ribuan Umat Islam Surabaya Bakal Turun Ke Jalan Tolak Kecurangan

Selasa, 14 Mei 2019 | 04:42

SBY: Sejarah Mencatat, Prabowo Seorang Yang Menghormati Hukum, Champion Of Democracy

Rabu, 22 Mei 2019 | 00:02

Data BPN: Prabowo-Sandi Menang 54,24 Persen

Selasa, 14 Mei 2019 | 17:26

Mobil Komando Bersiap Di Seberang Rumah Prabowo

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:32

UPDATE

Kasihan Ibu DMR Yang Sempat Dicurigai Teroris Bom Bunuh

Jumat, 24 Mei 2019 | 09:26

Polda Metro Jaya Panggil Amien Rais Jadi Saksi Makar Hari Ini

Jumat, 24 Mei 2019 | 09:19

HNW: MK Bukan Mahkamah Kalkulator

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:52

MWA UI Bentuk Panitia Penjaringan Kandidat Rektor

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:50

Pemilu Sudah Usai, Jangan Ada Lagi Statement Yang Tidak Menyejukkan

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:43

Program Kementan Mampu Tekan Inflasi dan Sejahterakan Petani

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:39

Sengketa Pemilu, Refly Harun Minta Hakim MK Jadi Negarawan Yang adil

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:50

Meski Beban Puncak Menurun, PLN Tetap Siapkan Posko Siaga Lebaran 24 Jam

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:31

Belasungkawa Dan Doa Tragedi 225

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:07

Dua Tahun Lebih Di Penjara Mesir, Jurnalis Al Jazeera Mahmoud Hussein Akhirnya Bebas

Jumat, 24 Mei 2019 | 06:47

Selengkapnya