Berita

Hukum

SUAP KRAKATAU STEEL

Sempat Buron, Yudi Tjokro Akhirnya Menyerahkan Diri Ke KPK

SELASA, 26 MARET 2019 | 17:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOL. Tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa PT Krakatau Steel (Persero) tahun 2019 yang menjadi buronan Kurniawan Eddy Tjokro (KET) alias Yudi Tjokro akhirnya menyerahkan diri ke KPK.

Yudi Tjokro tidak datang seorang diri. Dia menyerahkan diri ke KPK bersama kuasa hukumnya.

"Hari ini (26/3) tersangka KET, swasta didampingi kuasa hukumnya menyerahkan diri ke KPK," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Selasa (26/3).

Yudi Tjokro ditetapkan tersangka saat pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) meskipun tidak berada di lokasi bersama tersangka lainnya.

Febri mengatakan, meskipun Yudi Tjokro telah menyerahkan diri namun yang bersangkutan masih harus menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.

"Saat ini KPK sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka KET yang saat OTT belum dibawa bersama yang lain," kata Febri.

"Kami hargai hal tersebut sebagai bentuk sikap koopertif dengan proses hukum. Semoga KET juga terbuka menjelaskan fakta-fakta yang ada secara jujur," tambahnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (22/3) malam.

Empat orang tersangka itu adalah Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro (WNU) dan tiga dari swasta Alexander Mustika (AMU), Kannet Sutarja (KSU), dan Kurniawan Eddy Tjokro (KET).

Dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Kementerian BUMN ini, Direktorat Teknologi dan Produksi PT Ktakatau Sterl merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

Alexander Muskitta menerima cek Rp 50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro untuk disetorkan ke rekening AMU. Selanjutnya, AMU juga menerima uang 4 ribu Dolar Amerika dan Rp 45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan dari Kenneth Sutardja (KSU) dari pihak swasta.
Dalam kasus ini, KSU dan KET selaku pihak pemberi suap, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementar WNU dan AMU selaku pihak penerima suap, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. []

Populer

KedaiKopi Mohon Maaf Hitung Cepat Pilpres Tidak Full 100 Persen

Rabu, 17 April 2019 | 22:32

Ternyata, Jokowi Kalah Di Kompleks Paspampres

Selasa, 23 April 2019 | 13:44

Hitung Cepat IDM Sudah 95 Persen Sampel Suara, Prabowo Unggul!

Rabu, 17 April 2019 | 17:23

Otto Hasibuan: Skenario Terburuk Pemilihan Presiden Ulang

Sabtu, 20 April 2019 | 21:08

Hasil Real Count Terbaru Jurdil 2019: Prabowo-Sandi 58,2 Persen, Jokowi-Maruf 39,5 Persen

Kamis, 18 April 2019 | 16:24

Mahfud MD: Penggelembung Suara Bakal Hadapi Dua Pengadilan

Minggu, 21 April 2019 | 23:06

Syahganda Buka-bukaan Propaganda Hasil Survei Denny JA Di Depan Bawaslu

Rabu, 24 April 2019 | 18:55

UPDATE

Besuk Ani, Airlangga Sampaikan Salam Jokowi Ke SBY

Jumat, 26 April 2019 | 22:23

Bawaslu: Form C1 Bersifat Umum, BPN Pun Sudah Dikasih

Jumat, 26 April 2019 | 22:14

Dana Desa Tingkatkan Produksi Pertanian

Jumat, 26 April 2019 | 22:07

2021, Era Smartphone Akan Digantikan IoT Device

Jumat, 26 April 2019 | 22:01

Palyja Catat Pertumbuhan 150 Persen Tahun Ini

Jumat, 26 April 2019 | 21:53

Pemilu 2019 Telan Biaya Fantastis, Ombusdman Harus Periksa KPU Dan Bawaslu

Jumat, 26 April 2019 | 21:45

Petani Milenial Unggulan

Jumat, 26 April 2019 | 21:40

Penghargaan Khusus

Jumat, 26 April 2019 | 21:36

Partai Golkar Yakin Pecahkan Rekor Menangkan Capres

Jumat, 26 April 2019 | 21:32

Meski Mulai Surut, Ratusan Rumah Warga Kampung Pulo Masih Tergenang Banjir

Jumat, 26 April 2019 | 21:32

Selengkapnya