Berita

Dunia

30 Miliar Dolar AS Aset Pemerintah Venezuela "Dicuri" Oposisi

SELASA, 26 MARET 2019 | 16:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak lebih dari 30 miliar dolar AS aset milik Venezuela dialihkan secara ilegal dalam dua bulan terakhir. Begitu kata Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez awal pekan ini.
 
Dia menuduh Amerika Serikat Amerika Serikat berada di belakang operasi tersebut.
 
Lebih lanjut Rodriguez menjelaskan, sekitar 1 miliar dolar AS aset nasional Venezuela di bank internasional dicuri dan dipindahkan ke rekening pribadi para pemimpin oposisi.
 
Dia menyebut, uang itu dimaksudkan untuk membiayai sel-sel teroris melawan negara.
 
"Mereka terpaksa mencuri aset-aset yang dimiliki Venezuela di berbagai bank. Uang ini sedang disita atas permintaan pemerintahan Trump," jelasnya seperti dimuat Russia Today.
 
"Lebih dari 30 miliar dolar AS telah dicuri dalam beberapa bulan terakhir," tambah Rodriguez.
 
Dia menambahkan, skema itu diduga dikoordinasikan oleh pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat dan memproklamirkan diri sebagai "presiden sementara" Juan Guaido, serta pembantu utamanya, Leopoldo Lopez, dan Roberto Marrero yang baru-baru ini ditahan.
 
Rodriguez menambahkan, dari informasi yang dikumpulkan dari ponsel Marrero menunjukkan bahwa pengacara Venezuela Juan Planchart menerima sebagian dari uang yang dicuri.
 
Amerika Serikat diketahui memperketat sanksi dan tekanan ekonomi pada pemerintah Maduro dan secara terbuka menyerukan perubahan rezim, sambil menjanjikan dukungan kepada Guaido.

Populer

Mahfud: Tim Hukum Prabowo-Sandi Cerdik

Jumat, 14 Juni 2019 | 19:53

Refly Harun: Jika Terbukti Menjabat Di BUMN Saat Pilpres, Maruf Bisa Didiskualifikasi

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:09

Beredar Undangan Aksi Sambut Kemenangan Prabowo-Sandi, BPN: Itu Hoax

Minggu, 16 Juni 2019 | 08:38

Pigai: Ada Lembaga Selain MK Yang Akan Perintahkan KPU Mendiskualifikasi Jokowi-Maruf

Minggu, 16 Juni 2019 | 18:24

Jika Prabowo-Sandi Kalah Di MK, Maka Kecurangan Akan Menjadi Sesuatu Yang Legal

Minggu, 16 Juni 2019 | 11:49

Soenarko Diduga Makar, Bang Yos: Kok Agak Enggak Masuk Logika

Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:20

Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

Sabtu, 15 Juni 2019 | 03:08

UPDATE

Usai Diperiksa KPK, Rektor IAIN Pontianak Ngaku Pernah Bertemu Romi Di Muktamar NU

Senin, 17 Juni 2019 | 15:10

Alasan Sakit Sofyan Jacob Bukan Mengada-Ada

Senin, 17 Juni 2019 | 14:54

Didorong Nyalon Ketum, Bambang Soesatyo: Jangan Ribut-ribut Dulu, Sampai Ada..

Senin, 17 Juni 2019 | 14:48

Pengacara: Alat Bukti Makar Sofyan Jacob Bisa Diperdebatkan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:46

Peluang Taufik Jadi Pengganti Sandi Masih Terbuka

Senin, 17 Juni 2019 | 14:38

Misi Budaya China Kunjungi Jakarta, Prita Kemal Gani: Karena Tak Kenal Maka Tak Sayang

Senin, 17 Juni 2019 | 14:27

Merasa Mau Dibunuh Sopir, Alasan Penumpang Nekat Ambil Alih Kemudi

Senin, 17 Juni 2019 | 14:12

Tabrakan Maut Di Tol Cipali Diduga Berawal Penumpang Ngotot Minta Turun Di Bahu Jalan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:11

Alasan Kesehatan, Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob Tolak Diperiksa Penyidik

Senin, 17 Juni 2019 | 13:59

Kemenkumham: Setnov Tidak Sedang Plesiran, Tapi Menghilang Dari RS

Senin, 17 Juni 2019 | 13:53

Selengkapnya