Berita

Hukum

Kuasa Hukum Prabowo: Gugatan Harimau Jokowi Tidak Penuhi Syarat

SELASA, 26 MARET 2019 | 12:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

RMOL. Tim kuasa hukum Prabowo Subianto menilai gugatan yang dilayangkan oleh Harimau Jokowi tidak memenuhi syarat yang telah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) 1/2002.

Salah satu tim kuasa hukum, Dofie Rompas menjelaskan, gugatan relawan Jokowi itu tidak sesuai dengan pasal 1, 2 dan 3 Perma 1/2002.

"Kita sudah membaca, saya dari tergugat 2, dari gugatan penggugat. Kita melihat dari gugatan tersebut tidak penuhi syarat formil sebagai gugatan class action," kata Dofie kepada Kantor Berita Politik RMOL di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (26/3).

Dia menjelaskan, bahwa dalam pasal 1 Perma 1/2002 disebutkan tatacara untuk melayangkan gugatan class action yakni penggugat harus mewakili kelompok yang menderita kerugian.

"Sedangkan dalam gugatan mereka tidak menguraikan kerugian, malah pelanggaran Pemilu. Ya tidak ada sama sekali, tidak nyambung," jelas Dofie.

Selain itu, dia menambahkan, gugatan harus mewakili kelompok. Misalnya, Harimau Jokowi melaporkan soal pernyataan Prabowo soal penggunaan selang oksigen yang dipakai berkali-kali. Mereka, jelas Dofie harus mewakili organisasi yang konsen dengan kesehatan, ataupun masyarakat yang merasa dirugikan.

"Itu sebagaimana diatur dalam pasal 2 Perma 1/2002, yakni terdapat kesamaan fakta atau peristiwa dan kesamaan dasar hukum yang digunakan yang bersifat subtansial serta terdapat kesamaan jenis tuntutan diantara wakil kelompok dan anggota kelompok yang diwakilinya," jelas Dofie.

Harimau Jokowi menggugat Prabowo Subianto, Partai Gerindra, dan tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno terkait pernyataan Prabowo yang menyebutkan satu selang cuci darah di RSCM Jakarta dipakai 40 orang.

Tidak hanya menggugat pihak Prabowo, kelompok ini turut menggugat pihak RSCM di dalam tuntutan tersebut. Gugatan tersebut didaftarkan ke PN Jakarta Selatan pada 21 Januari 2019. []

Populer

KedaiKopi Mohon Maaf Hitung Cepat Pilpres Tidak Full 100 Persen

Rabu, 17 April 2019 | 22:32

Hitung Cepat IDM Sudah 95 Persen Sampel Suara, Prabowo Unggul!

Rabu, 17 April 2019 | 17:23

Hasil Real Count Terbaru Jurdil 2019: Prabowo-Sandi 58,2 Persen, Jokowi-Maruf 39,5 Persen

Kamis, 18 April 2019 | 16:24

Banjir Dukungan Di Injury Time, Yunarto Wijaya: Luar Biasa Pak Prabowo

Senin, 15 April 2019 | 18:33

Tokoh Tionghoa: Pecat Dubes Rusdi Kirana Jika Terlibat

Jumat, 12 April 2019 | 07:56

KPU Tak Bertanggung Jawab Terhadap Kegiatan Lembaga Survei

Kamis, 18 April 2019 | 18:56

Real Count BPN Sudah 77.94 Persen, Prabowo-Sandi Unggul 63 Persen

Kamis, 18 April 2019 | 22:56

UPDATE

PB HMI: KPU Lalai, Bawaslu Ke Mana?

Senin, 22 April 2019 | 18:30

Romi Masih Dapat Gaji Dari DPR

Senin, 22 April 2019 | 18:19

DPPU Binaka Beri Banyak Keuntungan Untuk Nias

Senin, 22 April 2019 | 18:19

Pemerintah Pulangkan 51 Pekerja Migran Bermasalah Dari Yordania

Senin, 22 April 2019 | 18:14

Anggota DPRD Sumut Dijebloskan KPK Ke Lapas Sukamiskin

Senin, 22 April 2019 | 18:12

100 Personel Brimob Kalbar Diterjunkan Ke WTC Mangga Dua

Senin, 22 April 2019 | 17:56

Jokowi Kalah Telak Raih Suara Napi, Bukti Ingin Perubahan

Senin, 22 April 2019 | 17:54

Jaga Netralitas, KPU Harus Tetap Bekerja Profesional

Senin, 22 April 2019 | 17:52

Kecurangan Terstruktur, Masif Dan Sistematis Bisa Picu People Power

Senin, 22 April 2019 | 17:39

KPK Harus Segera Menyeret Mendag-nya Jokowi

Senin, 22 April 2019 | 17:37

Selengkapnya