Berita

Keamanan

Wacana Penyebar Hoax Dikenakan Pasal Terorisme, Polri: Bisa Saja Diterapkan

KAMIS, 21 MARET 2019 | 14:27 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menanggapi soal wacana pelaku penyebar hoax dikenakan UU Terorisme.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pada prinsipnya polri dalam melakukan penegakan hukum selalu berpijak kepada fakta hukum yang ditemukan.

Terkait usulan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bagi penyebar hoax dikenakan UU teroris, kata Dedi bisa saja itu diterapkan.

“Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Yang pertama penebar hoax tersebut dapat dikenakan UU No 5/2018 dan sesuai dengan pasal 1 huruf 1 ada unsurnya di situ adalah ancaman kekerasan misalnya,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/3).

Kemudian, sambung Dedi, unsur kedua yaitu dapat menimbulkan suasana teror dan rasa takut meluas di kalangan masyarakat. Dalam hal ini, jelas Dedi, penyidik akan mendalami dulu latar belakang penyebar hoax tersebut untuk menemukan unsur niat alias mens reanya.

“Nah apabila, unsur kesengajaan untuk membuat rasa cemas takut dan tentu intimidasi psikologis itu bisa dikenakan juga pasal 6 UU No 5/2018 tentang terorisme,” jelas Dedi.

Lebih jauh, sambung Dedi, penerapan UU No 5/2018 tentang terorisme hanya bisa diterapkan ketika dalam pendalaman ditemukan pelaku teridentifikasi bagian dari jaringan teroris. Berbeda, ketika pelaku penyebar hoax adalah masyarakat biasa atau bagian dari tim sukses pasangan calon.

“Maka diterapkannya UU ITE pasal 27 dan pasal 45, dan juga bisa diterapkan apabila membuat gaduh UU No 1/1946 pasal 14 dan 15. Jadi proses penegakan hukummya sangat tergantung dari hasil analisa secara komperhensif,” demikian Dedi.

Populer

Refly Harun: MK Tak Berguna Jika Pemikiran Saksi Ahli 01 Jadi Pedoman

Minggu, 23 Juni 2019 | 14:19

Kerap Keluar Konteks, Hakim MK Sebut KPU Tukang Ngeles

Kamis, 20 Juni 2019 | 21:11

Yusril Akui Kajian Saksi Ahli 02 Bisa Batalkan Kemenangan Jokowi-Maruf

Jumat, 21 Juni 2019 | 18:32

Pakar: Siapa Jamin Pendukung Jokowi Tidak Marah Jika 02 Yang Menang?

Senin, 24 Juni 2019 | 00:15

Ternyata, Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Senin, 24 Juni 2019 | 20:13

Gatot Nurmantyo: Purnawirawan Harus Bangkit Atau Negara Punah

Selasa, 25 Juni 2019 | 17:19

Tabrakan Maut Di Tol Cipali Diduga Berawal Penumpang Ngotot Minta Turun Di Bahu Jalan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:11

UPDATE

BPN Yakin MK Tidak Terpengaruh Dengan Keputusan MA

Kamis, 27 Juni 2019 | 12:09

Selain Berdoa, BPN Punya Tiga Keyakinan Menang Di MK

Kamis, 27 Juni 2019 | 12:00

Menaker Minta Pengantar Kerja Dan Atnaker Ciptakan Terobosan

Kamis, 27 Juni 2019 | 11:55

Guguran Daun Rumah Prabowo

Kamis, 27 Juni 2019 | 11:46

Tidak Ada Pengamanan Khusus Di Rumah Prabowo Jelang Putusan MK

Kamis, 27 Juni 2019 | 11:39

Andi Arief Wanti-wanti Ridwan Kamil Soal Jejaring Peternak China Di Kawasan Gunung Padang

Kamis, 27 Juni 2019 | 11:39

Jelang Putusan MK, Empat Koridor Transjakarta Ini Dialihkan

Kamis, 27 Juni 2019 | 11:22

Monas Dialihkan, Calon Penumpang KAI Diminta Atur Waktu Perjalanan

Kamis, 27 Juni 2019 | 11:14

Dubes Al Shun: Donald Trump Bukan Penengah Perdamaian Israel-Palestina

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:59

Arogansi Dan Paranoid

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:52

Selengkapnya