Berita

Ekbis

Dorong Digital Literacy, IndosatM2 Gandeng Universitas Muhammadiyah Malang

KAMIS, 21 MARET 2019 | 08:44 WIB

Indosat Mega Media (IM2) menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meningkatkan digital literacy di tingkat mahasiswa dan tenaga pengajar. Tujuannya guna menumbuhkan startup milenial di tengah-tengah kalangan mahasiswa seiring perkembangan pesat teknologi digital.

Hari Sukmono, Presiden Director & CEO IndosatM2 , menjelaskan kerjasama dengan UMM ini meliputi dukungan penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan vokasi dengan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jaringan ICT (Information and Communication Technologies).

"Juga dengan terlibat aktif dalam penyusunan kurikulum pendidikan vokasi, penyediaan praktisi industri sebagai pengisi materi, penyiapan tempat praktik kerja lapangan/pemagangan; penyediaan supervisor dan tugas akhir, penyediaan laboratorium, serta pengembangan IPTEK dan Sains," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (20/3).

Menurut dia, kerjasama itu juga berbarengan dengan peluncuran Future Digital Economy Lab Indosat Ooredoo bersama dengan 9 Universitas yang ada di Indonesia. "Kerjasama Indosat Ooredoo Group dengan berbagai universitas bertujuan untuk memberikan semangat dan pengetahuan bagi para mahasiswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat," ucapnya.

Dalam kerjasama antara UMM dan IndosatM2 yang ditandatangani, Senin (18/3), IndosatM2 juga men-challenge para mahasiswa untuk melahirkan startup milenial yang memberikan solusi bagi masyarakat luas. Startup milenial juga menjadi salah satu topik dalam Seminar Digital Literacy & Innovation yang digelar oleh IndosatM2 dan UMM.

Literasi digital sendiri terdiri dari tiga aktivitas, yakni menemukan, mengevaluasi dan mengonsumsi konten digital, membuat konten digital, serta berkomunikasi atau membagikannya. Atau dalam pengertian lain yakni kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis.

Belum juga usai Industri 4.0, dunia mulai dihadapkan dengan Industri 5.0 atau era masyarakat cerdas (smart society). Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga harus masuk dan mulai melakukan penyesuaian ke era ini.

Dekan Fakultas Teknik UMM Dr. Ahmad Mubin, ST., MT saat sambutan pembuka acara bertema "Startup Milenial Berkemajuan" ini menyatakan perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga harus masuk dan mulai melakukan penyesuaian ke era ini. Demikian Smart University tidak hanya menunjang proses belajar-mengajar, tapi juga mendukung Decision Support System (DSS) yang membantu seorang pimpinan membuat keputusan.

Dalam seminar tersebut, Hari Sukmono menjadi salah satu pembicara, di samping dua pembicara lainnya dari Indosat Ooredoo; Denni Murthi dan Agung Hari Purwanto yang menceritakan pengalaman mereka dalam melakukan inovasi digital.

Sementara itu, Agung Hari Purwanto mengatakan seiring perkembangan teknologi digital yang demikian pesat, Indonesia telah melahirkan 4 unicorn, paling banyak di kawasan Asia Tenggara. "Itu karena kita tinggal di negara yang sangat memungkinkan startup untuk berkembang untuk menjadi besar. Terlebih lagi dengan potensi digital di negeri ini," ujarnya.

Populer

Mahfud: Tim Hukum Prabowo-Sandi Cerdik

Jumat, 14 Juni 2019 | 19:53

Refly Harun: Jika Terbukti Menjabat Di BUMN Saat Pilpres, Maruf Bisa Didiskualifikasi

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:09

Beredar Undangan Aksi Sambut Kemenangan Prabowo-Sandi, BPN: Itu Hoax

Minggu, 16 Juni 2019 | 08:38

Pigai: Ada Lembaga Selain MK Yang Akan Perintahkan KPU Mendiskualifikasi Jokowi-Maruf

Minggu, 16 Juni 2019 | 18:24

Jika Prabowo-Sandi Kalah Di MK, Maka Kecurangan Akan Menjadi Sesuatu Yang Legal

Minggu, 16 Juni 2019 | 11:49

Soenarko Diduga Makar, Bang Yos: Kok Agak Enggak Masuk Logika

Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:20

Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

Sabtu, 15 Juni 2019 | 03:08

UPDATE

Usai Diperiksa KPK, Rektor IAIN Pontianak Ngaku Pernah Bertemu Romi Di Muktamar NU

Senin, 17 Juni 2019 | 15:10

Alasan Sakit Sofyan Jacob Bukan Mengada-Ada

Senin, 17 Juni 2019 | 14:54

Didorong Nyalon Ketum, Bambang Soesatyo: Jangan Ribut-ribut Dulu, Sampai Ada..

Senin, 17 Juni 2019 | 14:48

Pengacara: Alat Bukti Makar Sofyan Jacob Bisa Diperdebatkan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:46

Peluang Taufik Jadi Pengganti Sandi Masih Terbuka

Senin, 17 Juni 2019 | 14:38

Misi Budaya China Kunjungi Jakarta, Prita Kemal Gani: Karena Tak Kenal Maka Tak Sayang

Senin, 17 Juni 2019 | 14:27

Merasa Mau Dibunuh Sopir, Alasan Penumpang Nekat Ambil Alih Kemudi

Senin, 17 Juni 2019 | 14:12

Tabrakan Maut Di Tol Cipali Diduga Berawal Penumpang Ngotot Minta Turun Di Bahu Jalan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:11

Alasan Kesehatan, Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob Tolak Diperiksa Penyidik

Senin, 17 Juni 2019 | 13:59

Kemenkumham: Setnov Tidak Sedang Plesiran, Tapi Menghilang Dari RS

Senin, 17 Juni 2019 | 13:53

Selengkapnya