Berita

Olahraga

Kenapa Marquez Percaya Takhayul?

MotoGP
RABU, 06 MARET 2019 | 08:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Punya sejarah ke­lam, stiker nomor satu menjadi momok yang menakutkan ba­gi sejumlah pebalap MotoGP. Salah satu­nya Marc Marquez. Dia mengaku enggan menggunakan nomor tersebut usai merebut gelar dunia.

Selain Marquez, sebelumnya Barry Sheene dan Valentino Rossi juga menolak. Nomor satu memang dikenal memiliki semacam kutukan bagi para penggunanya di MotoGP.

Adalah Mick Doohan yang pernah memakainya pada tahun 1999. Sang pebalap kemudian mengalami kecelakaan dan gagal mempertahankan gelar akibat harus pensiun mendadak.

Selain Doohan, tidak ada rider dengan nomor satu tak pernah mampu mempertahankan gelarnya. Dan Marquez percaya bahwa, jika dia menggunakan nomor tersebut juga akan bernasib sama.

"Saya tipe orang yang merasa bahwa, ketika sesuatu bekerja dengan baik, maka jangan menyentuhnya. Dengan nomor 93, saya agak percaya takhayul," ungkapnya dikutip AS Motor.

Kepercayaan Marquez kepada takhayul memang meng­gelikan bagi beberapa penikmat olahraga yang terbilang modern ini. Bahkan, dia tak malu-malu mengaku percaya pada ritual takhayul yang remeh temeh. Misalnya, soal celana dalam. "Saya beruntung karena tak punya banyak ritual takhayul, saya hanya punya beberapa hal remeh," beber pebalap berjuluk "The Baby Alien" ini.

"Saat saya mengepak koper di rumah, hal pertama yang saya masukkan adalah celana dalam biru yang saya pakai pada hari Jumat dan Sabtu; tentu berbeda dan bersih! Kemudian, saya masukkan celana dalam merah yang saya pakai saat balapan," ungkapnya.

Kendati demikian, Marquez memang mengaku sempat terlintas ingin menggunakan nomor satu. Sebab, bagi juara dunia tujuh kali itu, nomor satu secara psikologis menghad­irkan beban mental tersendiri bagi pebalap. Sebab secara tak langsung dia harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mempertahankan gelar pada musim selanjutnya.

"Entah apakah saya akan melakukannya suatu saat nanti, tapi jelas tidak sekarang Lagipula, saya sudah pakai nomor 93 sejak saya berusia 11 tahun dan telah memberi saya banyak keberuntungan," pungkasnya. ***

Populer

Mahfud: Tim Hukum Prabowo-Sandi Cerdik

Jumat, 14 Juni 2019 | 19:53

Refly Harun: Jika Terbukti Menjabat Di BUMN Saat Pilpres, Maruf Bisa Didiskualifikasi

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:09

Beredar Undangan Aksi Sambut Kemenangan Prabowo-Sandi, BPN: Itu Hoax

Minggu, 16 Juni 2019 | 08:38

Pigai: Ada Lembaga Selain MK Yang Akan Perintahkan KPU Mendiskualifikasi Jokowi-Maruf

Minggu, 16 Juni 2019 | 18:24

Jika Prabowo-Sandi Kalah Di MK, Maka Kecurangan Akan Menjadi Sesuatu Yang Legal

Minggu, 16 Juni 2019 | 11:49

Soenarko Diduga Makar, Bang Yos: Kok Agak Enggak Masuk Logika

Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:20

Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

Sabtu, 15 Juni 2019 | 03:08

UPDATE

Kunjungan Kebudayaan

Senin, 17 Juni 2019 | 16:18

Kuasa Hukum: Kivlan Zen Akui Terima Dana Dari Habil Marati

Senin, 17 Juni 2019 | 16:13

Panglima TNI Dampingi Menhan

Senin, 17 Juni 2019 | 16:11

BPN Bangga Dengan Penampilan BW Di Sidang MK

Senin, 17 Juni 2019 | 16:04

Polisi Tangkap Pria Dalam Video Viral Server KPU Disetting Menangkan Jokowi-Maruf

Senin, 17 Juni 2019 | 15:57

Sempat Sakit Gigi, Kivlan Zen Kembali Diperiksa Soal Aliran Dana Habil Marati

Senin, 17 Juni 2019 | 15:48

Faslitasi BPN, MK Restui Keterangan Saksi Via Video Conference

Senin, 17 Juni 2019 | 15:44

WP KPK Desak Pansel Serius Pantau Rekam Jejak Capim

Senin, 17 Juni 2019 | 15:44

Said Didu: Perkara Di MK Bukan Sekedar Kalah Atau Menang, Tapi..

Senin, 17 Juni 2019 | 15:39

Pansel Libatkan BIN, BNN Hingga BNPT Untuk Tracking Profil Calon Pimpinan KPK

Senin, 17 Juni 2019 | 15:27

Selengkapnya