Berita

Kesehatan

Imbas Dana Desa 187 Triliun, Kini 93 Persen Desa Rajin Gelar Posyandu

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 21:21 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Guyuran anggaran dana desa dalam empat tahun terakhir telah membangun sebanyak 9.692 unit Polindes dan 28.820 unit Posyandu. Kini, 93 persen desa-desa rutin selenggarakan Posyandu setiap bulannya.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi pada Forum Merdeka Barat 9 di Palembang, (Senin, 4/2).

"Desa yang mengalami kejadian gizi buruk, karena pelayanan sosial dasarnya sudah mulai membaik, perlahan mengalami perbaikan-perbaikan. Desa dengan kejadian gizi buruk berkurang 29 persen," ujarnya.

Realisasi dana desa lainnya, kata Anwar, yaitu telah terbangunnya sepanjang 191.600 kilometer jalan desa. Menurutnya, hal ini tak hanya mempermudah akses masyarakat desa, namun juga berimplikasi signifikan terhadap aktivitas ekonomi perdesaan.

"Contoh lain lagi terkait pasar desa. Dalam empat tahun terakhir dana desa sudah membangun 8.983 unit pasar desa. Ini adalah infrastruktur ekonomi perdesaan yang sangat berpengaruh pada aktifitas ekonomi desa," ujarnya.

Anwar mengatakan, dalam empat tahun terakhir telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 187 triliun, yakni Rp 20,67 triliun pada tahun 2015,  Rp 46,98 triliun pada tahun 2016, Rp 60 triliun pada tahun 2017 dan Rp 60 triliun pada tahun 2018.

Sedangkan tahun 2019, total dana desa yang akan disalurkan sebesar Rp 70 triliun. Sehingga total dana desa yang disalurkan dalam lima tahun berjalan sebwsar Rp 257 triliun.

"Dana desa tidak pernah ada pengurangan. Justru meningkat setiap tahunnya. Artinya, komitmen pemerintah sangat tegas. Bahwa dana desa bisa menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.

Ia menerangkan, dana desa saat pertama diluncurkan fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial dasar. Hal ini disebabkan masih minimnya ketersediaan infrastruktur dan pelayanan sosial dasar di desa seperti jalan, jembatan, Polindes, Posyandu, dan Saran Air Bersih.

"Tahun 2017 kita mulai perkenalkan dengan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan). Desa kita karakternya sangat beragam. Kita dorong desa menemukan keunggulannya. Kemudian kita dorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan BUMDes kita bangun desa mampu membangun secara berkelanjutan secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan eksternal," ujarnya.

Selanjutnya dana desa tahun 2018 menurutnya, dilakukan inovasi baru yakni dengan menerapkan sistem padat karya tunai. Menurutnya, padat karya tunai bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat dan memastikan bahwa dana desa berputar di desa.

"Tahun 2018 ini adalah momentum untuk mendorong padat karya tunai. Ini didorong untuk bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga untuk mindset (pola pikir) tangan di bawah menjadi tangan di atas. Maksudnya mengurangi dari bantuan tunai, jadi masyarakat bekerja," ujarnya. [dzk]

Populer

Mahfud: Tim Hukum Prabowo-Sandi Cerdik

Jumat, 14 Juni 2019 | 19:53

Refly Harun: Jika Terbukti Menjabat Di BUMN Saat Pilpres, Maruf Bisa Didiskualifikasi

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:09

Beredar Undangan Aksi Sambut Kemenangan Prabowo-Sandi, BPN: Itu Hoax

Minggu, 16 Juni 2019 | 08:38

Pigai: Ada Lembaga Selain MK Yang Akan Perintahkan KPU Mendiskualifikasi Jokowi-Maruf

Minggu, 16 Juni 2019 | 18:24

Jika Prabowo-Sandi Kalah Di MK, Maka Kecurangan Akan Menjadi Sesuatu Yang Legal

Minggu, 16 Juni 2019 | 11:49

Soenarko Diduga Makar, Bang Yos: Kok Agak Enggak Masuk Logika

Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:20

Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

Sabtu, 15 Juni 2019 | 03:08

UPDATE

Usai Diperiksa KPK, Rektor IAIN Pontianak Ngaku Pernah Bertemu Romi Di Muktamar NU

Senin, 17 Juni 2019 | 15:10

Alasan Sakit Sofyan Jacob Bukan Mengada-Ada

Senin, 17 Juni 2019 | 14:54

Didorong Nyalon Ketum, Bambang Soesatyo: Jangan Ribut-ribut Dulu, Sampai Ada..

Senin, 17 Juni 2019 | 14:48

Pengacara: Alat Bukti Makar Sofyan Jacob Bisa Diperdebatkan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:46

Peluang Taufik Jadi Pengganti Sandi Masih Terbuka

Senin, 17 Juni 2019 | 14:38

Misi Budaya China Kunjungi Jakarta, Prita Kemal Gani: Karena Tak Kenal Maka Tak Sayang

Senin, 17 Juni 2019 | 14:27

Merasa Mau Dibunuh Sopir, Alasan Penumpang Nekat Ambil Alih Kemudi

Senin, 17 Juni 2019 | 14:12

Tabrakan Maut Di Tol Cipali Diduga Berawal Penumpang Ngotot Minta Turun Di Bahu Jalan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:11

Alasan Kesehatan, Mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob Tolak Diperiksa Penyidik

Senin, 17 Juni 2019 | 13:59

Kemenkumham: Setnov Tidak Sedang Plesiran, Tapi Menghilang Dari RS

Senin, 17 Juni 2019 | 13:53

Selengkapnya