Berita

Hukum

Dicecar Soal Duit Jamaah, Bos Abu Tours Naik Pitam

Kasus Penipuan Umrah
SELASA, 15 JANUARI 2019 | 08:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemilik Abu Tours, Hamzah Mamba dicecar mengenai kepemilikan puluhan aset. Jaksa menduga aset itu dibeli dari uang calon jamaah umrah.

"Apakah benar semua aset yang ada di dalam surat dakwaan ini milik saudara terdakwa?" tanya ketua tim jaksa Nanang.

"Benar itu semua milik saya," jawab Hamzah.

Pada sidang di Pengadilan Negeri Makassar kemarin, Hamzah membeberkan, mendirikan ban­yak cabang Abu Torus yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pembelian aset-aset berupa kendaraan dan bangunan adalah untuk kepentingan usaha Abu Tours.

Nanang kemudian mencecar dari mana uang untuk membeli aset itu. Hamzah berkilah bahwa aset itu tidak dibeli secara tunai. "Saya belinya kredit. Jadi, kalau ada uang, saya cicil lagi. Seperti rumah di Depok itu un­tuk mes karyawan saya. Semua saya pakai untuk Abu Tours," jawabnya.

Belum selesai, Nanang lalu mempertanyakan ke mana se­mua uang calon jamaah umrah yang disudah disetorkan ke Abu Tours. "Lalu ke mana ini uang para jamaah hingga Rp 1,2 triliun?" tanya Nanang dengan nada tinggi.

Hamzah naik pitam. Dengan nada tinggi ia mengatakan, uang sejumlah itu merupakan aku­mulasi sejak Abu Tours berdiri pada 2012

"Rp 1,2 triliun tidak langsung masuk. Dan untuk harta, apa yang saya beli dalam bentuk cicil dan bentuk investasi seperti saya beli ruko digunakan sebagai kantor," jelasnya.

Ketua majelis hakim Danny Lumban Tobing mem­inta Hamzah berbicara jujur. Hamzah akhirnya membeber­kan mengambil keuntungan 7 persen dari setiap penjualan paket umrah. Setiap bulan, ia juga mendapat gaji Rp 54 juta sebagai CEOAbu Tours.

Sejak Abu Tours berdiri hing­ga 2017, Hamzah berhasil men­gumpulkan sekitar 52 ribu orang calon anggota jamaah. Mereka lalu menyetorkan biaya umrah Rp 15 juta untuk promo dan Rp 20 juta untuk reguler. "Tahun 2017 keuntungan saya sekitar Rp 7 miliar per bulan. Namun ini dikurangkan dengan gaji karyawan saya," sebutnya.

Dengan membuka paket pro­mo, dalih Hamzah, ia harus memberikan subsidi. Pada ta­hun 2016 jumlahnya mencapai Rp 400 miliar.

"Ini terjadi karena berubah­nya kurs mata uang dan terjadi perang harga daripada agen trav­el sehingga saya harus memper­tahankan harga," dalihnya. "Jadi kerugian saya dari 2016 hingga 2017 mencapai Rp 1 triliun."

Menurutnya, hal ini menyebabkan usahanya rontok. Ditambah lagi, Kementerian Agama mencabut izin Abu Tours. ***

Populer

Lewat Surat Mendagri, THR Dan Gaji Ke-13 PNS Bakal Molor

Senin, 13 Mei 2019 | 20:12

LPKAN Laporkan KPU Ke Mahkamah Internasional

Minggu, 12 Mei 2019 | 20:01

Viral, Emak-Emak Militan Bongkar Penyamaran Peserta Aksi Berkedok Santri

Minggu, 12 Mei 2019 | 05:52

TNI Minta Warga Tak Perlu Takut Aksi 22 Mei

Senin, 20 Mei 2019 | 14:17

Kiai Luthfi: Yang Bilang China Bukan Penjajah Berarti Dia Buta Sejarah

Minggu, 12 Mei 2019 | 00:56

Kivlan Zen Batal Dicekal, Fahri Hamzah: Bukti Hukum Kita Diatur Segelintir Orang

Minggu, 12 Mei 2019 | 02:22

Putusan Bawaslu Indikasikan Persekongkolan Antara KPU, Lembaga Survei Dan Kontestan Pemilu

Jumat, 17 Mei 2019 | 06:38

UPDATE

Ketua DPR Dorong Komisi III Rampungkan Empat RUU

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:18

AHY Puji Iktikad Baik Jokowi Dan Prabowo

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:14

Massa Aksi 22 Mei Datangi Bawaslu Sambil Membaca Surat Al-Fil

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:10

Mobil Petugas Kena Lemparan Batu

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:00

Aksi 22 Mei, Seorang Wartawan Jadi Korban Kebrutalan Oknum Polisi

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:54

Hasil Sweeping Polres Jakbar Dan FPI, Ada Bau Alkohol Dari Mulut Demonstran

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:53

AHY Beri Ucapan Selamat Ke Jokowi

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:39

Polisi Tangkap Provokator Di Jalan KS Tubun Slipi

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:39

Massa Aksi Merapat Ke Bawaslu, Polisi Sudah Siap Siaga

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:32

Menang Ora Umuk Kalah Ora Ngamuk

Rabu, 22 Mei 2019 | 10:13

Selengkapnya