Berita

Hukum

Politisi Gerindra: Kasus Hary Tanoe Harus Ada Kepastian Hukum

SABTU, 12 JANUARI 2019 | 05:17 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

RMOL. Kasus dugaan ancaman kepada Jaksa Yulianto yang dilakukan Hary Tanoesoedibjo masih belum jelas kepastian hukumnya. Muncul sejumlah pertanyaan dari beberapa pihak.

Seperti diutarakan politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule, seharusnya Kejaksaan Agung sudah paham dengan unsur hukumnya, sebab yang menjadi pelapor adalah seorang Jaksa.

"Harusnya berkas itu sudah kelar. Dan saya duga jaksa sudah paham unsur hukum, sebab korbannya adalah seorang jaksa juga," ungkap Mule--sapaan akrabnya--, sesaat lalu (Jumat, 11/1)

Mule menegaskan, polisi pun demikian, harusnya memberikan kepastian hukum terhadap kasus tersebut.

"Polisi harusnya berikan kepastian hukumnya, mau diapakan kasus ini, dihentikan atau dilanjutkan ke pengadilan?" tegas Mule.   

Sebelumnya Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melaporkan ke polisi bos MNC Group Hary Tanoe terkait SMS ancaman.

Yulianto adalah jaksa yang menyidik kasus korupsi penerimaan kelebihan bayar pajak PT Mobile-8 Telecom (PT Smartfren) pada tahun anggaran 2007-2009. HT merupakan saksi dalam kasus ini.

Polisi pun setelah menerima laporan resmi Yulianto lalu melakukan serangkaian proses hukum mulai penyelidikan hingga penyidikan akhirnya menetapkan HT sebagai tersangka.

HT pun melakukan perlawanan dengan langkah praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Namun akhirnya Hakim Tunggal Praperadilan Cepi Iskandar memutuskan menolak permohonan praperadilan Hary Tanoe.

Kasus ini sendiri seharusnya sudah masuk tahap penuntutan pihak Jaksa dan segera di sidangkan.

Belakangan berkas kasus ancaman Jaksa dari polisi masih tahap penelitian jaksa. Setelah diteliti Jaksa mengembalikan berkas tersebut untuk dilengkapi atau P-19

Jaksa penuntut umum sudah memberi petunjuk polisi untuk melengkapi berkas tersebut. [jto]

Populer

KPK, Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri Ke Luar Negeri!

Senin, 14 Januari 2019 | 19:04

Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Selasa, 15 Januari 2019 | 12:18

Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya

Selasa, 15 Januari 2019 | 09:48

Prabowo-Sandi Unggul Debat Dan Menang Pilpres Dengan Suara Telak

Kamis, 17 Januari 2019 | 23:35

Salah Sebut Nama, Presiden Jokowi Disoraki Perangkat Desa

Senin, 14 Januari 2019 | 17:27

Pendukung Ramai Kawal Prabowo-Sandi Pulang, Rachmawati: Itu Namanya Relawan Yang Militan

Jumat, 18 Januari 2019 | 12:25

Pernyataan Amien Rais Soal Jokowi Ini Dilaporkan Ke Bawaslu

Jumat, 18 Januari 2019 | 08:55

UPDATE

Garbi Ajak Kaum Milenial Membangun Bangsa

Minggu, 20 Januari 2019 | 23:36

Serangan Di Mali Utara, Delapan Penjaga Perdamaian PBB Meninggal Dunia

Minggu, 20 Januari 2019 | 22:57

Jangan Bajak Brexit!

Minggu, 20 Januari 2019 | 22:31

79 Orang Kehilangan Nyawa Akibat Ledakan Pipa Bahan Bakar Di Meksiko

Minggu, 20 Januari 2019 | 22:09

Suka Black Box Atau Flight Recorder

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:48

Bahas Debat Perdana

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:44

Pemilu Itu Riang Gembira, Bukan Suka Fitnah dan Hoaks

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:43

Polisi Tangkap Dua Pria Terkait Ledakan Dekat Gedung Pengadilan

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:32

Israel Bersiap Tutup Tujuh Sekolah PBB Di Yerusalem Timur

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:19

Rapat Harian Resmikan Arya Sebagai Pjs Ketua Umum PB HMI

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:12

Selengkapnya