Berita

Politik

Jokowi Presiden Terlemah Dalam Sejarah Indonesia

JUMAT, 11 JANUARI 2019 | 18:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pernyataan Gurubesar FISIP Universitas Indonesia Arbi Sanit yang menyinggung gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo kembali beredar di media sosial, jelang debat pertama pilpres.

Video Arbi Sanit itu diambil dari seri tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) tahun 2015. Tema yang diangkat “KPK-Polri: Tepatkah Keputusan Jokowi?” untuk menyikapi pembatalan Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Arbi Sani menyoroti gaya kepemimpinan Joko Widodo dalam menyikapi konflik di dua lembaga tersebut. Menurutnya, Jokowi mengalami defisit kekuasaan sehingga tidak bisa mengatasi masalah dengan baik.

“Defisit kekuasaan, kekuasaannya nggak cukup, di bawah standar, nggak mencukupi untuk jadi pemimpin negara yang rumit besar seperti ini,” terangnya.

Power yang dimiliki Jokowi sebagai seorang presiden terlalu sedikit. Sebab, Jokowi hanya mengandalkan blusukan atau menjaring kekuatan dari rakyat yang mengambang. Dukungan ini tidak bisa dimobilisasi saat dia memerlukan.

“Tidak punya partai, pengalaman di tingkat nasional minim. Dia tidak punya teman di elite. Dia hanya bisa mengandalkan otoritas sebagai presiden,” jelas Arbi.

Jokowi, sambung Arbi, hanya orang yang bernasib baik. Ini mengingat karir Jokowi yang terbilang cepat di dunia politik. Arbi bahkan menyebut mantan walikota Solo itu sebagai presiden kebetulan.

“Jadi ini presiden kebetulan, Presiden terlemah di sejarah Indonesia. Dengan Megawati pun, ini (lebih) lemah. Apalagi dengan Gus Dur,” lanjutnya.

Video ini, kini tersebar di berbagai media sosial atau sepekan sebelum debat pilpres pertama digelar. [ian]

Populer

KPK, Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri Ke Luar Negeri!

Senin, 14 Januari 2019 | 19:04

Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Selasa, 15 Januari 2019 | 12:18

Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya

Selasa, 15 Januari 2019 | 09:48

Prabowo-Sandi Unggul Debat Dan Menang Pilpres Dengan Suara Telak

Kamis, 17 Januari 2019 | 23:35

Salah Sebut Nama, Presiden Jokowi Disoraki Perangkat Desa

Senin, 14 Januari 2019 | 17:27

Pendukung Ramai Kawal Prabowo-Sandi Pulang, Rachmawati: Itu Namanya Relawan Yang Militan

Jumat, 18 Januari 2019 | 12:25

Pernyataan Amien Rais Soal Jokowi Ini Dilaporkan Ke Bawaslu

Jumat, 18 Januari 2019 | 08:55

UPDATE

Garbi Ajak Kaum Milenial Membangun Bangsa

Minggu, 20 Januari 2019 | 23:36

Serangan Di Mali Utara, Delapan Penjaga Perdamaian PBB Meninggal Dunia

Minggu, 20 Januari 2019 | 22:57

Jangan Bajak Brexit!

Minggu, 20 Januari 2019 | 22:31

79 Orang Kehilangan Nyawa Akibat Ledakan Pipa Bahan Bakar Di Meksiko

Minggu, 20 Januari 2019 | 22:09

Suka Black Box Atau Flight Recorder

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:48

Bahas Debat Perdana

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:44

Pemilu Itu Riang Gembira, Bukan Suka Fitnah dan Hoaks

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:43

Polisi Tangkap Dua Pria Terkait Ledakan Dekat Gedung Pengadilan

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:32

Israel Bersiap Tutup Tujuh Sekolah PBB Di Yerusalem Timur

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:19

Rapat Harian Resmikan Arya Sebagai Pjs Ketua Umum PB HMI

Minggu, 20 Januari 2019 | 21:12

Selengkapnya