Berita

Politik

Sebelum Anjurin Petani Tanam Jengkol, Ternyata Jokowi Subsidi Konglomerat Sawit

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 16:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Anjuran Presiden Joko Widodo kepada petani agar mengurangi menanam sawit bertolak belakang dengan kebijakan mensubsidi perusahaan sawit.

Lima perusahaan sawit berskala besar mendapatkan subsidi pemerintah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Total bantuan mencapai Rp 7,5 triliun sepanjang Januari-September 2017.

Lima perusahaan sawit itu adalah: Wilmar Group, Darmex Agro Group, Musim Mas, First Resources dan Louis Dreyfus Company (LDC). Wilmar Group mendapatkan nilai subsidi terbesar, yakni Rp 4,16 triliun.

Di sisi lain, Jokowi baru-baru ini saat melakukan kunjungan kerja ke Jambi, meminta kepada petani agar mengerem memproduksi sawit. Hal ini ditengarai akibat perkebunan sawit sudah terlalu luas dan anjloknya harga sawit karena pasar global.

Tidak sampai di situ, Kepala Negara menganjurkan petani menanam komoditi di luar sawit yaitu tanaman pangan dan tanaman hortikutura seperti jagung, kedelai, durian, manggis, jengkol dan petai.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tomagola mempertanyakan konsistensi Jokowi tersebut. Satu sisi dia mensubsidi konglomerat sawit, di sisi lain meminta petani mengerem menanam sawit.

"Konsistensi ucapan dan tindakan?" kata Thamrin Tomagolaseperti dilansir dari akun Twitter miliknya, Rabu (19/12).

Kalau sudah seperti ini, dia menilai pemerintahan Jokowi lebih pro kepada pengusaha besar ketimbang para petani.

"Enakan jadi taipan sawit ketimbang petani jengkol. Kok Pak @jokowi malah anjurin petani tanam jengkol?" ujar Thamrin Tomagola. [rus]

Populer

KedaiKopi Mohon Maaf Hitung Cepat Pilpres Tidak Full 100 Persen

Rabu, 17 April 2019 | 22:32

Hitung Cepat IDM Sudah 95 Persen Sampel Suara, Prabowo Unggul!

Rabu, 17 April 2019 | 17:23

Hasil Real Count Terbaru Jurdil 2019: Prabowo-Sandi 58,2 Persen, Jokowi-Maruf 39,5 Persen

Kamis, 18 April 2019 | 16:24

Banjir Dukungan Di Injury Time, Yunarto Wijaya: Luar Biasa Pak Prabowo

Senin, 15 April 2019 | 18:33

Tokoh Tionghoa: Pecat Dubes Rusdi Kirana Jika Terlibat

Jumat, 12 April 2019 | 07:56

KPU Tak Bertanggung Jawab Terhadap Kegiatan Lembaga Survei

Kamis, 18 April 2019 | 18:56

Real Count BPN Sudah 77.94 Persen, Prabowo-Sandi Unggul 63 Persen

Kamis, 18 April 2019 | 22:56

UPDATE

PB HMI: KPU Lalai, Bawaslu Ke Mana?

Senin, 22 April 2019 | 18:30

Romi Masih Dapat Gaji Dari DPR

Senin, 22 April 2019 | 18:19

DPPU Binaka Beri Banyak Keuntungan Untuk Nias

Senin, 22 April 2019 | 18:19

Pemerintah Pulangkan 51 Pekerja Migran Bermasalah Dari Yordania

Senin, 22 April 2019 | 18:14

Anggota DPRD Sumut Dijebloskan KPK Ke Lapas Sukamiskin

Senin, 22 April 2019 | 18:12

100 Personel Brimob Kalbar Diterjunkan Ke WTC Mangga Dua

Senin, 22 April 2019 | 17:56

Jokowi Kalah Telak Raih Suara Napi, Bukti Ingin Perubahan

Senin, 22 April 2019 | 17:54

Jaga Netralitas, KPU Harus Tetap Bekerja Profesional

Senin, 22 April 2019 | 17:52

Kecurangan Terstruktur, Masif Dan Sistematis Bisa Picu People Power

Senin, 22 April 2019 | 17:39

KPK Harus Segera Menyeret Mendag-nya Jokowi

Senin, 22 April 2019 | 17:37

Selengkapnya