Berita

Nusantara

Mobil Listrik PLN BLITS Explore Indonesia Isi Ulang Baterai Dengan SPLU

JUMAT, 09 NOVEMBER 2018 | 17:29 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

BLITS dan Kasuari mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Budi Luhur tiba di PLN UID Jakarta Raya pada Jumat (9/11) untuk melakukan pengisian baterai di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

"Kedua mobil ini sedang dalam masa pengujian dengan melakukan perjalanan keliling Nusantara berjudul PLN BLITS Explore Indonesia. Total jarak yang akan ditempuh BLITS dan Kasuari sekitar 15 ribu kilometer," jelas Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN I Made Suprateka.

Menurutnya, mobil listrik BLITS dan Kasuari dipersiapkan untuk mengikuti Rally Dakar dalam kurun waktu 7-8 bulan. BLITS merupakan mobil listrik yang secara khusus didesain untuk balap dengan kapasitas dua orang. BLITS mampu menempuh jarak 300 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai 100 kWh dengan menggunakan motor berkapasitas energi 50 kilowatt. Pengisian daya membutuhkan waktu delapan sampai sepuluh jam.

Sementara Kasuari merupakan mobil hybrid dengan komposisi 50 persen tenaga listrik dan 50 persen tenaga diesel berbahan bakar crude palm oil (CPO). Kasuari mampu menempuh jarak 100-150 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai 60 kWh. Pengisian daya membutuhkan waktu enam jam. Usai melakukan pengisian baterai, BLITS dan Kasuari akan kembali menempuh perjalanan menuju Sumatera hingga Merauke.

Untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik tanah air, PLN menyediakan charging station di titik-titik berhenti mobil.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto mengatakan 3000 SPLU tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung program itu. Hingga Oktober 2018, jumlah SPLU yang tersebar di wilayah DKI Jakarta sendiri mencapai 1797 unit.

"PLN mendukung penuh pengembangan mobil listrik di Indonesia. Oleh karena itu, dalam masa uji coba ini, PLN menyediakan SPLU untuk charging station. Ini adalah bentuk kesiapan PLN dalam menyongsong era kendaraan listrik," ujar Haryanto.

Selain menambah kuantitas, PLN akan terus berinovasi agar SPLU semakin mudah digunakan dan diakses masyarakat. Masyarakat juga dapat mengajukan permohonan pemasangan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listrik terpenuhi, termasuk juga sebagai charging station kendaraan listrik.

SPLU sendiri telah resmi diluncurkan Agustus 2016 dan selama ini SPLU digunakan untuk mendukung perekonomian UMKM. SPLU mengadopsi sistem pra bayar. Untuk dapat menggunakan SPLU Beji Lintar, masyarakat perlu mengisi pulsa kWh meter dengan membeli token listrik melalui PPOB, ATM atau minimarket. Keberadaan SPLU saat ini juga dapat dengan mudah dicari melalui aplikasi Google Maps. [wah]

Populer

Mahfud: Tim Hukum Prabowo-Sandi Cerdik

Jumat, 14 Juni 2019 | 19:53

Pigai: Ada Lembaga Selain MK Yang Akan Perintahkan KPU Mendiskualifikasi Jokowi-Maruf

Minggu, 16 Juni 2019 | 18:24

Refly Harun: Jika Terbukti Menjabat Di BUMN Saat Pilpres, Maruf Bisa Didiskualifikasi

Selasa, 11 Juni 2019 | 15:09

Beredar Undangan Aksi Sambut Kemenangan Prabowo-Sandi, BPN: Itu Hoax

Minggu, 16 Juni 2019 | 08:38

Jika Prabowo-Sandi Kalah Di MK, Maka Kecurangan Akan Menjadi Sesuatu Yang Legal

Minggu, 16 Juni 2019 | 11:49

Tabrakan Maut Di Tol Cipali Diduga Berawal Penumpang Ngotot Minta Turun Di Bahu Jalan

Senin, 17 Juni 2019 | 14:11

Soenarko Diduga Makar, Bang Yos: Kok Agak Enggak Masuk Logika

Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:20

UPDATE

Berkunjung Ke Yogyakarta, Caketum HIPMI Ini Ingatkan Pentingnya Sektor Ekonomi Kreatif

Jumat, 21 Juni 2019 | 05:46

Biar Tidak Mubazir, Saksi Jokowi-Maruf Tak Sebanyak Saksi Prabowo

Jumat, 21 Juni 2019 | 05:21

Kamera Intai

Jumat, 21 Juni 2019 | 05:00

Delegasi Coast Guard Manca Negara Kunjungi ‘Miniatur’ Indonesia

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:39

Ara: Megawati Sosok Negarawan Dan Pancasilais Sejati

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:26

PT Pembangunan Jaya Ancol Bagikan Deviden Senilai Rp 223 Miliar

Jumat, 21 Juni 2019 | 03:40

Geruduk Kemenkeu, APPKSI Tolak Pemberlakuan Pungutan Ekspor CPO

Jumat, 21 Juni 2019 | 03:14

Adu Mulut Kuasa Hukum Prabowo Dan Komisioner KPU Soal Amplop Tanpa Segel Dari Boyolali

Jumat, 21 Juni 2019 | 02:49

Korut Sambut Meriah Xi

Jumat, 21 Juni 2019 | 02:29

Menurut Ferdinand, Tidak Ada Yang Salah Pada Materi "Kecurangan Bagian Dari Demokrasi"

Jumat, 21 Juni 2019 | 02:13

Selengkapnya