Berita

Hukum

Luka Lebam Ratna Karena Operasi Plastik?

RABU, 03 OKTOBER 2018 | 12:29 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

RMOL. Polisi telah melakukan penyelidikan intensif atas dugaan penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Dalam dokumen hasil penyelidikan yang beredar di kalangan wartawan disebutkan  polisi wajah lebam Ratna Sarumpaet disebabkan operasi plastik bukan karena dianiaya seperti yang beredar selama ini.

Hasil penyelidikan awal diketahui, Ratna operasi plastik di sebuah klinik bedah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Penyelidikan melibatkan dua Polda yakni Jawa Barat dan Metro Jaya.

Penyelidikan Polda Jabar menyebut pada tanggal 21 September 2018 tak ada konferensi dengan negara asing di Bandung. Dalam pemberitaan disebut, Ratna dianiaya usai menghadiri konferensi dengan beberapa peserta dari luar negeri.

Selain itu tidak ada saksi mata di Bandara Husein Sastranegara Bandung yang melihat aksi pengeroyokan dan tidak ada daftar manifes atas nama Ratna Sarumpaet.

Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya menguatkan penyelidikan Polda Jabar. Pertama dari nomor telepon seluler Ratna yang dinyatakan aktif di Jakarta, bukan di Bandung pada tanggal 20-24 September 2018.

Sementara dari pengecekan rekening Ratna dan anaknya ada tiga kali dana keluar yang didebet di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika masing-masing sebesar Rp25 juta pada tanggal 20 September 2018, Rp25 juta pada tanggal 21 September, dan Rp40 juta pada tanggal 24 September 2018.

Polisi juga sudah meminta keterangan ke RS Bina Estetika dan diperoleh keterangan bahwa Ratna Sarumpaet menjadi pasien di rumah sakit tersebut pada tanggal 20, 21 dan 24 September 2018.

Hal ini diperkuat dengan rekaman CCTV di klinik tersebut dan buku daftar pasien.

Saat dikonfirmasi dokumen tersebut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjawab singkat, "Itu untuk internal." [jto]

Populer

KPK, Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri Ke Luar Negeri!

Senin, 14 Januari 2019 | 19:04

Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Selasa, 15 Januari 2019 | 12:18

Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya

Selasa, 15 Januari 2019 | 09:48

Salah Sebut Nama, Presiden Jokowi Disoraki Perangkat Desa

Senin, 14 Januari 2019 | 17:27

Ketum KPP: Sandiaga Jangan Ngawur, Bisa Marah Seluruh Pedagang Pasar

Jumat, 11 Januari 2019 | 09:42

Setelah JK Marah-marah, Perlukah KPK Periksa Komisaris Dan Direksi Adhi Karya?

Senin, 14 Januari 2019 | 11:59

Jokowi Presiden Terlemah Dalam Sejarah Indonesia

Jumat, 11 Januari 2019 | 18:58

UPDATE

Usut Dugaan Keterlibatan Pihak Lain, KPK Berharap Neneng Bongkar Semuanya

Rabu, 16 Januari 2019 | 07:41

Ikut Senam Bersama Di BSD, Dahlan Iskan Sumringah

Rabu, 16 Januari 2019 | 06:58

Antara Teleprompter dan ‘’Kembali ke Laptop’’

Rabu, 16 Januari 2019 | 06:56

Beda Pandangan Anggota Komisi VII Soal Pansus Freeport

Rabu, 16 Januari 2019 | 06:50

Pengunjuk Rasa Depan Istana Mantan Karyawan PT GUN

Rabu, 16 Januari 2019 | 05:44

Akal Sehat Harus Dikedepankan Di Tahun Politik

Rabu, 16 Januari 2019 | 05:27

Defisit BPS

Rabu, 16 Januari 2019 | 05:11

Marsekal Hadi: TNI Selalu Dukung Keputusan Doni Monardo

Rabu, 16 Januari 2019 | 04:52

YLKI: Maskapai Penerbangan Gagal Pahami Psikologi Konsumen

Rabu, 16 Januari 2019 | 04:32

Pemerintah Mendatang Harus Kuat Hadapi Kasus HAM

Rabu, 16 Januari 2019 | 04:15

Selengkapnya