Berita

Dr. Haedar Nashir: Banyak Perda Syariah Mengandung Unsur-unsur Diskriminatif

RABU, 17 JULI 2013 | 23:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, mengungkapkan ada banyak kebijakan yang tertuang dalam bentuk peraturan-peraturan daerah (perda) syariah yang mengandung unsur-unsur diskriminatif bahkan mendorong terciptanya kekerasan di wilayah publik.

“Tak kurang dari 151 perda-perda Syariah dalam kurun 1999-2009. Bila dihitung hingga saat ini, mungkin jumlahnya lebih membengkak lagi,” ungkap Haedar dalam diskusi dan bedah buku terbarunya Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia yang digelar MAARIF Institute di PP Muhammadiyah, Jakarta petang tadi (Rabu, 17/7).

Yang menjadi keprihatinan, perda-perda tersebut telah memunculkan diskriminasi, intoleransi, dan bahkan kekerasan yang semakin menjadi-jadi dalam kehidupan sosial-politik, yang lambat laun merobek rajutan kebhinnekaan yang telah teranyam rapi selama ini.

Fenomena lain yang patut diwaspadai dari tumbuhnya gerakan Islam Syariat ini adalah adanya faksi yang mengusung semangat anti-nasionalisme, anti-Pancasila, anti-demokrasi, dan menolak konsep negara-bangsa. Secara utopia mereka mencoba menghidupkan kembali isu Negara Islam atas dasar sistem “Khilafah Islam”.

“Mereka mengidap apa yang disebut sebagai hypocracy in democracy, kemunafikan terhadap demokrasi. Di satu sisi mereka secara tegas mengharamkan sistem demokrasi, di sisi lain mereka menikmati kehidupan di bawah alam demokrasi”, ungkap Nashir.

Lebih lanjut Nashir mengingatkan kehadiran gerakan Islam yang membawa corak ‘salafiyah ideologis radikal’ ini bila tidak dibendung sejak dini, akan menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi upaya membangun gerakan moderasi yang telah ditanam oleh gerakan Islam moderat selama ini di Indonesia.[zul]

Populer

TNI Minta Warga Tak Perlu Takut Aksi 22 Mei

Senin, 20 Mei 2019 | 14:17

Putusan Bawaslu Indikasikan Persekongkolan Antara KPU, Lembaga Survei Dan Kontestan Pemilu

Jumat, 17 Mei 2019 | 06:38

Dokter Ani Hasibuan Dipolisikan, Keluarga Besar UI: Kegilaan Ini Harus Dihentikan!

Jumat, 17 Mei 2019 | 05:17

SBY: Sejarah Mencatat, Prabowo Seorang Yang Menghormati Hukum, Champion Of Democracy

Rabu, 22 Mei 2019 | 00:02

Aneh, Ratusan Sepeda Motor Yang Terparkir Di Sekitar Sarinah Malah Dihancurkan

Kamis, 23 Mei 2019 | 01:41

Mobil Komando Bersiap Di Seberang Rumah Prabowo

Rabu, 22 Mei 2019 | 11:32

Polisi Tangkap Provokator Di KS Tubun, Nangis Minta Ampun

Rabu, 22 Mei 2019 | 16:11

UPDATE

Golkar Jatim Urung Gugat Ke MK, Ini Sebabnya

Minggu, 26 Mei 2019 | 12:18

Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi, Istri: Resiko Perjuangan

Minggu, 26 Mei 2019 | 11:55

Ramai Kembali Pascarusuh

Minggu, 26 Mei 2019 | 11:38

Muhammad Amien Rais

Minggu, 26 Mei 2019 | 11:15

Dukung Pengembangan UMKM, Pemprov Jabar-Gojek Jalin Kerjasama Strategis

Minggu, 26 Mei 2019 | 10:57

Istri Mustofa Nahrawardaya: Banyak Sekali Polisi Hanya Sekadar Tangkap Bapak

Minggu, 26 Mei 2019 | 10:45

Usai Kerusuhan, Pedagang Tanah Abang Berdoa Ramai Di Sisa Menuju Lebaran

Minggu, 26 Mei 2019 | 10:16

Andi Arief: Cukup AHY, Kader PD Jangan Ikutan Mem-bully Prabowo Dan Sandi

Minggu, 26 Mei 2019 | 09:41

Warga Cirebon Protes Tindakan Represif Aparat Dalam Aksi 21-22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 | 09:23

Safari Ramadhan, Pangdam V/Brawijaya Datangi Panti Asuhan Tertua Di Surabaya

Minggu, 26 Mei 2019 | 08:54

Selengkapnya